Siasat Anthony Sinisuka Ginting Pelajari Calon Lawan di Olimpiade Tokyo 2021

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Anthony Sinisuka Ginting (kanan) berdiskusi dengan asisten pelatih Irwansyah saat berlatih untuk persiapan Kejuaraan Beregu Asia 2020 Filipina di Cipayung, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020. PBSI optimistis tim putra dan putri Indonesia dapat juara di masing-masing grup dalam kejuaraan yang juga digelar sebagai kualifikasi Piala Thomas dan Uber zona Asia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Pebulu tangkis Anthony Sinisuka Ginting (kanan) berdiskusi dengan asisten pelatih Irwansyah saat berlatih untuk persiapan Kejuaraan Beregu Asia 2020 Filipina di Cipayung, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020. PBSI optimistis tim putra dan putri Indonesia dapat juara di masing-masing grup dalam kejuaraan yang juga digelar sebagai kualifikasi Piala Thomas dan Uber zona Asia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, mengaku punya siasat tersendiri dalam membaca peta kekuatan lawan pada Olimpiade Tokyo 2020. Salah satu caranya adalah berdiskusi dengan rekan latih tanding bersama sesama atlet pelatnas, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rustavitho.

    Anthony merupakan salah satu wakil Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020 dari cabang olahraga bulu tangkis. Ia bakal bahu-membahu dengan Jonatan Christie untuk memenuhi target dan mempersembahkan medali emas pada pesta olahraga multicabang terbesar di dunia ini.

    Ginting menyadari bahwa meraih emas olimpiade bukanlah perkara mudah. Menurut dia, butuh perjuangan ekstra keras untuk bisa mengalahkan lawan tangguh seperti Kento Momota dan Viktor Axelsen. "Untuk peta kekuatan lawan, ada diskusi dengan teman-teman bersama Jonatan dan Shesar karena pernah menghadapi mereka," ucap Anthony dalam konferensi pers virtual di Jakarta pada Rabu, 7 Juli 2021.

    Anthony Sinisuka Ginting. badmintonindonesia.org

    Terlebih, selama pandemi Covid-19 melanda dunia, jadwal bulu tangkis kompetisi BWF turut terganggu sehingga tak banyak pertandingan yang dia jalani. Hal itu membuat atlet berusia 25 tahun ini kesulitan mengetahui progres permainan para lawan.

    Ia pun punya cara mengidentifikasi permainan lawan yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Anthony memilih memelajarinya melalui rekaman video. "Setelah main di Thailand, belum bertemu dengan lawan yang lain. Jadi, diingat pertemuan terakhir saat leg Asia, apa kelebihan dan kekurangan," tutur Ginting.

    Olimpiade Tokyo 2020 dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Adapun cabang olahraga bulu tangkis akan mulai menggelar pertandingan pada 24 Juli dan bakal memerebutkan medali pada 30 Juli-2 Agustus mendatang.

    Baca juga : Olimpiade Tokyo: Kevin / Marcus Siap Tempur, Hendra / Ahsan Butuh Dipoles

    Baca juga : Tradisi Emas Bulu Tangkis di Olimpiade Beban Berat, tapi..


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.