Tabriz Petrochemical Mulai Beraksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Purwokerto: Tim Tabriz Petrochemical mulai beraksi di etape ketiga Speedy Tour d'Indonesia 2008 kemarin. Dua pembalapnya, Hossain Jahanbanian dan Amir Zargari, memasuki finis terdepan secara berurutan. Diikuti pembalap Indonesia dari tim Custom Cycling Club, Parno.
    Hossain mampu melewati garis finis di depan seluruh pembalap lainnya dengan catatan waktu 4 jam 56 menit dan 58 detik. Adapun Amir menyusul di belakang Hossain dengan catatan waktu 4 jam 57 menit dan 11 detik. Parno, pembalap kelahiran Purbalingga itu, mencapai finis dengan catatan waktu yang sama dengan Amir. 

    Dengan demikian, Tabriz Petrochemical langsung melesat jauh ke puncak klasemen umum sementara. Padahal pada etape sebelumnya, tim ini hanya menduduki urutan kelima. “Kami sangat senang dengan hasil yang kami dapatkan hari ini, mudah-mudahan kami bisa terus mempertahankannya sampai akhir lomba,” kata Amir Zargari saat berbincang dengan wartawan seusai lomba.

    Hasil mengejutkan juga ditunjukkan para pembalap Indonesia. Selain finis di urutan ketiga, Parno juga mendapatkan gelar raja tanjakan etape ketiga. Parno juga berhak mendapatkan polka dot jersey. “Kemenangan ini sungguh menggembirakan dan akan saya persembahkan untuk segenap warga Banyumas (para warga sekampungnya)," katanya.  Ia mengakui bahwa hasil yang diraihnya sebagai raja tanjakan itu tak
    lain berkat kerja keras pembalap Indonesia lainnya.

    Sedangkan pembalap Iran, Amir Zargari, kali ini berada persis di bawah Parno pada urutan kedua. Adapun Tonton, yang banyak diunggulkan sebagai raja tanjakan, harus puas berada di urutan ketiga. Tonton, yang mengusung tim Dodol Picnic Garut itu, pun akhirnya finis di urutan ke empat di belakang Parno.

    Dengan demikian, Parno mampu kembali menduduki posisi puncak klasemen nasional. Disusul oleh Tonton dan Rastra Patria (Jakarta Cycling Club) di tempat kedua dan ketiga. Parno mengaku sangat senang dengan kerja sama yang baik dari para pembalap Indonesia. “Ini akan lebih memotivasi kami untuk bisa berjuang keras untuk mengatasi tim-tim tangguh,” katanya.   

    Pembalap Indonesia lainnya juga mendominasi di sesi sprint. Fatahillah Abdullah dari tim Bintang Kranggan mampu menjadi yang tercepat pada sesi pertama, yang dimulai pada kilometer 67,5 di daerah Tegal. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Projo Waseso (Kutai Kartanegara) dan Mohamad Faris Abdul R (tim nasional Malaysia).

    Sayangnya, Fatahillah tidak dapat mengulang sukses yang sama pada sesi sprint kedua. Pada ajang adu cepat yang dimulai di daerah Randudongkal, Pemalang itu, Fatahillah justru melorot ke urutan ketiga. Hasil itu, membuat Fatahillah menduduki posisi kedua klasifikasi umum sprint, di bawah pembalap Malaysia, Anuar Manan. EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.