Rusia Terpuruk di Euro 2020, Stanislav Cherchesov Langsung Dipecat

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov, mengontrol bola saat sesi latihan di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, 13 Juni 2018. AP

    Pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov, mengontrol bola saat sesi latihan di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, 13 Juni 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Stanislav Cherchesov dipecat dari posisi pelatih Timnas Rusia setelah negara itu hanya finis juru kunci grup Euro 2020. Pemecatan itu diumumkan badan sepak bola Rusia RFS seperti dikutip Reuters, Jumat.

    Sebelum turnamen itu digelar, para pejabat sepak bola Rusia menyatakan ingin masuk fase gugur yang didasarkan kepada sukses mereka dalam Piala Dunia 2018 di Rusia ketika mereka memukau penggemar setelah untuk pertama kalinya mencapai perempat final.

    Namun penampilan buruk Timnas Rusia dalam Euro 2020 di mana mereka menelan dua kekalahan besar dan menang tipis sekalipun lebih banyak tampil di kandang sendiri, memicu kritik dari penggemar dan pengamat.

    Hal itu juga mendorong para pejabat olahraga mengevaluasi kinerja tim dan membuat perubahan-perubahan selayaknya terhadap staf pelatih.

    Alexander Dyukov, Presiden RFS, menyatakan pihaknya sudah memutuskan untuk mengakhiri kontrak Cherchesov yang sudah bertugas sejak Agustus 2016.

    "Uni Sepak Bola Rusia akan mulai mencari calon untuk posisi pelatih kepala guna menyiapkan tim untuk kualifikasi Piala Dunia 2022," kata Dyukov tanpa menyebutkan siapa calon itu.

    Setelah Rusia kalah besar 1-4 melawan Denmark dalam laga terakhir fase grup, Stanislav Cherchesov mengatakan pemain-pemainnya kekurangan pengalaman tampil dalam turnamen besar dan terlalu banyak melakukan blunder pertahanan.

    Mantan penjaga gawang tim nasional berusia 57 tahun ini sempat disanjung sebagai pahlawan nasional saat Piala Dunia 2018 setelah mengantarkan Rusia ke pencapaian terbaik sepanjang masa. Namun, kini nama besarnya hancur di Euro 2020.

    Baca Juga: Harga Tiket Final Euro 2020 Melambun karena Permainan Calo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.