Atlet Olimpiade Tokyo: Kevin Sanjaya Sukamuljo Pernah Ditolak PB Djarum

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo mengunggah fotonya saat bertanding pada 23 November 2020. Kevin dan pasangannya Marcus Fernaldi, batal tampil di tiga turnamen yang digelar BWF di Bangkok, Thailand, yang dimulai pekan depan. Instagram

    Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo mengunggah fotonya saat bertanding pada 23 November 2020. Kevin dan pasangannya Marcus Fernaldi, batal tampil di tiga turnamen yang digelar BWF di Bangkok, Thailand, yang dimulai pekan depan. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan bulu tangkis Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon akan bermain di ajang multievent terbesar di dunia, Olimpiade Tokyo 2021. Pasangan ganda berjuluk The Minions ini masih bercokol di posisi teratas ranking Badminton World Federation (BWF). Kevin / Marcus adalah pemimpin ranking dunia sejak lama.

    Pelatih bulu tangkis Herry Iman Pierngadi mengatakan, sampai latihan Rabu pagi, terlihat ada perkembangan yang signifikan di kedua pasangan tersebut. "Persiapan ganda putra sampai pagi tadi, menurut saya sudah ada perubahan signifikan, khususnya Kevin / Marcus. Mereka sudah bisa dibilang siap tanding dan bermain," kata pelatih yang akrab disapa Herry IP.

    Tanpa mengesampingkan talenta hebat Marcus, Kevin Sanjaya menjadi salah satu player yang cukup banyak diperbincangkan, salah satu aksinya yang masih terekam ketika ia mengganti raketnya di tengah reli yang sengit. Hal ini terjadi pada ajang Asian Games 2018 melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

    Pemain yang memiliki nama Kevin Sanjaya Sukamuljo ini lahir di Banyuwangi pada 2 Agustus 1996 lalu. Ia merupakan atlet bulu tangkis jebolan klub Djarum, Kudus, Jawa Tengah. Ia terkenal dengan permainan yang cepat, agresif, full attack, dan memiliki serangan yang sangat ‘sadis’ terhadap lawannya.

    Kevin mengenal bulu tangkis sejak usia 2,5 tahun dan mulai menekuninya dengan serius ketika duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Ketika itu ia bergabung dengan klub bulu tangkis lokal di Banyuwangi, PB Sari Agung. Ia juga sempat mengikuti seleksi PB Djarum Kudus, namun ia gagal dalam seleksi pertamanya tersebut.

    Walaupun tidak lolos di tahun pertamanya, Kevin tak patah arang dan melanjutkan usahanya hingg 2007 ia diterima ketika seleksi PB Djarum. Sebelum bermain untuk tim ganda putra, Kevin mengawali karirnya sebagai pemain tunggal putra. Permainannya yang kurang menonojol membuat ia dipindahkan ke tim ganda campuran. Di sinilah ia melejit hingga terpilih dan lolos seleksi sebagai pemain Pelatnas di tahun 2013.

    Karir pertamanya sebagai pemain Timnas Indonesia dimulai pada 2012 di Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia. Ketika itu Kevin berpasangan dengan Alfian Eko Prasetya dan meraih medali perunggu. Kejuaraan ini berlanjut hingga 2013 dan ia berpasangan dengan Arya Maulana Aldiartama dengan meraih medali yang sama. Sementara itu, pada Kejuaraan Dunia Junior BWF, ia dipasangkan dengan Masita Mahmudin sebagai ganda campuran dan mampu meraih medali perak.

    Sebelum menjadi tandem Marcus Gideon pada 2015 dan mampu meraih banyak penghargaan baik untuk bulu tangkis tingkat Asia maupun dunia, Kevin sebelumnya menjadi tandem dari Selvanus Geh pada 2014 dan mengikuti beberapa turnamen seperti, BWF Grand Prix hingga BWF International Challenge/Series.

    Selain meraih berbagai penghargaan di dunia olahraga, khususnya bulu tangkis, Kevin Sanjaya Sukumoljo juga termasuk dalam 4 tokoh milenial yang menerima penghargaan Forbes Under 30 pada Maret 2020. Hal ini tidak terlepas dari prestasinya menjadi juara dunia bulu tangkis ganda putra Indonesia.

    GERIN RIO PRANATA 

    Baca: Bulu Tangkis: Menang di Simulasi Olimpiade Tokyo, Kevin / Marcus Belum Puas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.