Piala Dunia Catur 2021: Kesempatan Keempat Buat GM Susanto Megaranto

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pecatur Indonesia GM Susanto Megaranto dalam Turnamen Catur GM-GMW Japfa International 2019 di Yogyakarta. (Humas Percasi)

    Pecatur Indonesia GM Susanto Megaranto dalam Turnamen Catur GM-GMW Japfa International 2019 di Yogyakarta. (Humas Percasi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Grand Master (GM) Susanto Megaranto optimistis meraih hasil lebih baik di Piala Dunia Catur 2021 yang akan berlangsung di Sochi, Rusia, 10 Juli-8 Agustus 2021. Pada kesempatan keempat di ajang FIDE World Cup ini, ia mengaku persiapannya lebih matang.

    Pecatur 33 tahun itu tak ingin mengulang kegagalan pada tiga penampilan sebelumnya yang selalu kalah di babak pertama. Pada 2019, misalnya, ia kalah dari Pecatur Rusia Sergey Karjakin. "Untuk pengalaman yang keempat, saya akan mencoba yang terbaik. Karena lawan saya kali ini lebih berimbang," ujar Susanto.

    Pada babak pertama, Susanto akan berhadapan dengan pecatur asal Iran Ehsan Ghaem Maghami. Berdasarkan peringkat dunia, ia berposisi lebih baik dengan menempati posisi 443. Sementara Ehsan Ghaem Maghami di urutan 454. Ia sudah tak asing dengan calon lawannya tersebut. "Saya sudah siap. Sebelumnya, saya telah beberapa kali bertemu dengan pecatur Iran ini," kata Susanto.

    Indonesia memiliki empat wakil dalam Piala Dunia Catur 2021 Selain Susanto, Indonesia juga mengirim International Master (IM) Mohamad Ervan serta dua pecatur putri terbaik WGM Irene Kharisma Sukandar dan WGM Medina Warda Aulia. Bagi Susanto, ini adalah piala dunia caturnya yang keempat setelah tiga kali di Khanty-Mansiysk, Rusia, pada tahun 2007, 2010, dan 2019.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem mengakui bahwa keikutsertaan empat pecatur sekaligus dalam Piala Dunia Catur merupakan yang pertama kalinya dan menjadi sejarah baru bagi Indonesia. "Sehingga dalam World Cup nanti pun kami berharap lahir sejarah-sejarah baru lagi, misalnya ada pemain yang lolos sampai babak ketiga," katanya.

    Selama ini pecatur Indonesia paling jauh hanya sampai pada putaran atau babak kedua yang dicetak oleh GM Utut Adianto, yang sekarang menjabat Ketua Umum Percasi. "Bahkan dia dua kali mencetak rekor tersebut, yakni waktu di Groningen, Belanda, 1996, dan Tripoli, Libya, 2004. Rekor ini memang sulit dipecahkan," katanya. Susanto, yang sudah tiga kali turut serta, dan Irene (2 kali), selalu gugur di putaran pertama.

    Susanto Megaranto dan Mohamad Ervan akan turun pada FIDE World Cup, sedangkan WGM Irene Kharisma Sukandar dan WGM Medina Warda Aulia turun pada FIDE Women’s World Cup. Jika Susanto dan Irene sudah berpengalaman, bagi Medina dan Ervan merupakan piala dunia catur pertamanya.

    Baca juga : Piala Dunia Catur: Irene Kharisma Sukandar Tak Ingin Status Unggulan Jadi Beban

    Baca juga : 3 Wakil Indonesia di Piala Dunia Catur 2021, Begini Jejak Mereka Sebelumnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.