Tim Catur Putra Indonesia Ditahan Imbang Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Dresden: Regu catur putra Indonesia tak mampu mengikuti jejak cemerlang regu catur putri setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 lawan tim Singapura yang relatif harus bisa ditaklukkan.

    Pada babak kesebelas yang berakhir Rabu (25/11) dinihari tadi, hanya Grand Master Susanto Megaranto yang berhasil menyumbangkan kemenangan setelah menaklukkan Master Internasional (MI) Enrique Paciencia.

    Dua hasil remis disumbangkan MI Irwanto Sadikin dan Master FIDE Purnama Tirta Chandra saat bertemu lawan-lawannya, masing-masing atas MI Goh Weiming dan Chan Wei-Xuan.

    Kartu mati justru dibuat Farid Firmansyah yang beberapa hari terakhir sempat menjadi "bintang lapangan". Farid dikalahkan lawan sebayanya Daniel Chan Yi-Ren.

    Farid memberikan bidak gratis pada langkah ke-11 tanpa pertimbangan dan tujuan yang jelas. Farid akhirnya menyerah pada langkah ke-64, sekaligus membuat skor menjadi imbang 2-2.

    Hingga babak kesebelas, tim putra Indonesia berada di peringkat 52 dari 154 peserta yang berpartisipasi di kelompok putra. Hasil tersebut amat jauh tertinggal dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

    Vietnam mencatat prestasi mengesankan. Meski diunggulkan di tempat ke-37, namun Nguyen Ngoc Truong Son sukses menempati peringkat 9 setelah di babak terakhir menggulingkan unggulan 22, Serbia, 2,5-1,5. Filipina berada di peringkat 46 setelah menundukkan Argentina, 2,5-1,5.

    Adapun regu putra Armenia berhasil meraih medali emas setelah pada babak kesebelas menundukkan regu Cina 2,5-1,5. Medali perak di raih regu Israel setelah mengalahkan Belanda, juga dengan skor 2,5-1,5. Perunggu direbut Amerika Serikat yang berhasil menundukkan Ukraina dengan angka telak, 3,5-0,5.

    Bobby Chandra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.