Polisi Inggris Tahan 86 Orang Selama Final Euro 2020, 19 Petugas Luka-luka

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menahan seorang suporter Inggris di luar stadion Wembley saat final Euro 2020 berlangsung. Action Images via Reuters/Peter Cziborra

    Polisi menahan seorang suporter Inggris di luar stadion Wembley saat final Euro 2020 berlangsung. Action Images via Reuters/Peter Cziborra

    TEMPO.CO, JakartaKepolisian Inggris telah menahan 86 orang selama final Euro 2020 yang mempertemukan Italia dan Inggris. Demikian diumumkan kepolisian setempat seperti dikutip Reuters, Selasa.

    Polisi Metropolitan mengungkapkan pelanggaran berkisar antara melanggar aturan publik sampai melukai orang, mabuk, perilaku mengganggu dan tindakan kriminal.

    53 orang di antaranya ditangkap di Stadion Wembley saat para pendukung bentrok satu sama lain dan dengan petugas. Kala itu para supoter menjebol pembatas keamanan dan melanggar daerah keamanan sebelum pertandingan dimulai.

    Polisi Metropolitan mengatakan 19 petugas mengalami luka-luka.

    "Selama jalannya turnamen Euro, kebanyakan orang menyaksikan pertandingan dengan tertib dan aman, serta menikmatinya sebelum final tadi malam itu," kata Deputi Asistern Komisioner Laurence Taylor.

    "Namun demikian kejadian tak bertanggung jawab yang kami saksikan kemarin melibatkan segelintir orang yang berniat memanfaatkan sepakbola sebagai alasan untuk berselisih dengan anggota masyarakat yang lain dan petugas polisi."

    Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) menyatakan akan menggelar pengkajian penuh atas pelanggaran keamanan yang terjadi berkaitan dengan final Euro 2020 tersebut, yang berlangsung 11 Juli 2021 dan dimenangi Timnas Italia lewat adu penalti.

    Baca Juga: Video Viral Ricuh Suporter di Final Euro 2020


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.