Tim Tabriz Berambisi Kuasai Etape Tanjakan Tur Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Semarang:!-- @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } --> Tim Tabriz Petrochemical yakin bakal menguasai etape kelima Speedy Tour d'Indonesia 2008, Kamis (27/11). Amir Zargari, jagoan tim Iran itu, menyatakan etape yang terbentang dari Semarang sampai Yogyakarta itu merupakan etape andalan. "Ini merupakan etape andalan kami dan saya percaya kami semua dalam tim bisa menaklukkan etape ini," kata Amir, pemegang polka dot jersey etape keempat.

     

     

    Amir menilai etape kelima itu bakal menjadi daerah kekuasaan timnya. "Tidak mudah bagi tim lain untuk bisa mengatasi etape yang didominasi tanjakan seperti itu," katanya. Bahkan, dia menilai etape yang berjarak 143,8 kilometer itu tidak akan seberat balapan kemarin. "Kami sangat terbiasa dengan tanjakan sehingga tidak akan menjadi masalah," katanya.

    Pembalap Tabriz lainnya, Hossain Jahanbanian, juga melambungkan optimisme tinggi. Setelah mempertahankan yellow jersey pada etape sebelumnya, Hossain sangat ingin mempertahankan kaus kuning yang dikenakannya itu "Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankannya sampai akhir lomba nanti," katanya.

    Sementara itu, pemakai red and white jersey, Parno, mengaku tidak terlalu berharap banyak dalam etape kali ini. "Yang terpenting bisa berjuang mencapai finis," katanya. Hal serupa diungkapkan para pembalap lainnya, yang pada etape keempat kemarin bisa berdiri di podium. Salah satunya adalah juara etape keempat asal Jepang, Masakazu Ito. "Saya juga belum tahu tantangan apa yang akan datang dari balapan besok (hari ini)," katanya.

    Etape kelima akan diawali dengan jalur lebar yang terbentang dari Semarang hingga ke Boyolali. Pembalap langsung dihadapkan pada jalan menanjak. Tanjakan sesungguhnya akan dimulai dari Boyolali dengan puncaknya di daerah Solo setinggi 1.600 meter di atas permukaan laut dengan lebar jalan yang cukup sempit. Setelah itu, balapan akan berlanjut ke daerah Muntilan dan berakhir di Kota Yogyakarta.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?