Tenis: 2 Pertandingan Wimbledon 2021 Diselidiki karena Berbau Judi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lapangan rumput di All England Lawn Tennis Club tempat turnamen Wimbledon. Reuters

    Lapangan rumput di All England Lawn Tennis Club tempat turnamen Wimbledon. Reuters

    TEMPO.CO, JakartaBadan Integritas Tenis Internasional (ITIA) menyatakan sedang menyelidiki dua pertandingan Wimbledon 2021, yang berlangsung bulan ini, setelah bandar judi menandai "kemungkinan ada pola taruhan yang tidak biasa".

    "Dua peringatan diberikan kepada kami selama Kejuaraan itu dari industri taruhan yang menunjukkan kemungkinan pola taruhan tidak bisa," kata juru bicara ITIA kepada Reuters.

    "Kami tidak bisa mengungkapkan lebih jauh karena saat ini kedua laga itu sedang diselidiki."

    ITIA mengatakan setiap peringatan yang dilaporkan ke badan tersebut akan "direkam, dinilai dan ditindaklanjuti sebagai indikator bahwa hal yang tak pantas mungkin telah terjadi".

    "Penting untuk dicatat bahwa peringatan itu sendiri bukanlah bukti adanya pengaturan hasil pertandingan. Jika analisis peringatan pertandingan menunjukkan ada aktivitas korupsi, ITIA melakukan penyelidikan penuh dan rahasia," tambah ITIA.

    ITIA didirikan Januari lalu oleh badan-badan pengelola tenis (ATP, WTA, ITF dan Dewan Grand Slam) sebagai badan yang sepenuhnya independen demi menjaga integritas tenis profesional di seluruh dunia.

    Badan ini sebelumnya dikenal sebagai Unit Integritas Tenis (TIU) yang menyelidiki korupsi dan pengaturan hasil pertandingan.

    All England Lawn Tennis & Croquet Club (AELTC) mengatakan "integritas olahraga" ini adalah yang paling penting dalam Wimbledon 2021. "Kami terus berinvestasi dalam langkah-langkah tambahan guna mendukung operasi integritas di lapangan selama Kejuaraan itu," sambung AELTC seperti dikutip Reuters. 

    Baca Juga: Sesumbar Novak Djokovic Setelah Menjuarai Wimbledon 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.