Tim Pengungsi Olimpiade Tunda Perjalanan ke Jepang karena Kasus Covid-19

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Olimpiade Tokyo. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Ilustrasi Olimpiade Tokyo. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, JakartaKomite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan bahwa tim pengungsi Olimpiade menunda perjalanan ke Tokyo, Jepang. Penundaan dilakukan setelah seorang ofisial yang bersama delegasi dinyatakan positif terpapar Covid-19.

    Menurut IOC, ofisial tersebut ikut dalam kamp tim di Doha, yang dihadiri oleh 26 dari 29 atlet, serta 11 orang lainnya, menjelang pembukaan Olimpiade pada 23 Juli. "IOC, bekerja sama dengan Komite Olimpiade Qatar, mendukung tim dan mengevaluasi situasi," kata IOC, dikutip dari Kyodo, Kamis, 15 Juli 2021.

    Menjelang Olimpiade, Wakil Presiden IOC, John Coates, tiba di Haneda Airport Tokyo, Jepang, 15 Juni 2021. REUTERS/Issei Kato

    IOC mengatakan tim, yang awalnya dijadwalkan tiba di Jepang, Rabu, telah memutuskan untuk menunda perjalanan. Para atlet akan melanjutkan pelatihan untuk Olimpiade di Qatar sambil menjalani tes harian. Menurut IOC, atlet dan ofisial lainnya telah dites negatif COVID-19.

    Tim pengungsi Olimpiade Tokyo 2020 akan berjumlah hampir tiga kali lebih besar dibanding skuad pertama di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Para atlet yang berasal dari sejumlah negara, termasuk Suriah, Iran dan Sudan Selatan akan mengikuti 12 cabang olahraga.

    Sementara itu, menurut IOC, kedatangan dua dari tiga atlet yang tidak ambil bagian dalam pemusatan latihan tersebut ke Jepang tidak berubah.

    Baca juga : Sepak Bola di Olimpiade Tokyo: Simak Pembagian Grup dan Jadwalnya

    Baca juga : Masomah Ali Zada, Atlet Pengungsi Afghanistan, Ingin Jadi Mercusuar di Olimpiade


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.