Olimpiade Tokyo: Beknya Dilecehkan, Timnas Jerman Tinggalkan Pertandingan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jordan Torunarigha. (instagram/@jordanynany)

    Jordan Torunarigha. (instagram/@jordanynany)

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Jerman, yang tengah bersiap tampil di Olimpiade Tokyo, meninggalkan lapangan saat pertandingan uji coba melawan Honduras sedang berlangsung di Wakayama, Sabtu. Mereka melakukannya sebagai bentuk solidaritas terhadap bek Jordan Torunarigha yang dilecehkan secara rasial.

    Pertandingan itu masih imbang 1-1 dan masih menyisakan waktu lima menit ketika Timnas Jerman memutuskan meninggalkan lapangan. Jerman mampu menyamakan kedudukan lewat gol Felix Uduokhai setelah kebobolan oleh gol Douglas Martinez.

    Akun Twitter resmi Timnas Jerman kemudian mengkonfirmasi alasan penghentian pertandingan itu, yang dibagi menjadi tiga sesi 30 menit.

    "Pertandingan berakhir lima menit lebih awal dengan skor 1-1," tulis tweet tersebut. "Para pemain Jerman meninggalkan lapangan setelah Jordan Torunarigha dilecehkan secara rasial."

    Torunarigha bermain untuk Hertha Berlin di level klub dan telah bermain untuk Jerman dari level U-16 hingga U-23.

    Pemain berusia 23 tahun itu juga diduga menjadi korban pelecehan rasis pada Februari 2020 dalam pertandingan DFB-Pokal antara Hertha dan Schalke.

    Hertha mendukung langkah Timnas Jerman yang memilih menghentikan pertandingan, "Itu adalah satu-satunya keputusan yang tepat!" cuit mereka.

    Pelatih Jerman, Stefan Kuntz, menambahkan dalam cuitan twitternya, "Ketika salah satu pemain kami dilecehkan secara rasial, bermain terus bukanlah pilihan."

    Timnas Jerman memulai kampanye Grup D Olimpiade Tokyo dengan melawan Brasil pada 22 Juli. Sedangkan Honduras akan menghadapi Rumania di pertandingan pembuka Grup B mereka.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.