Formula 1: Buntut Insiden vs Verstappen, Lewis Hamilton Dilecehkan Secara Rasis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap tim Mercedes Lewis Hamilton melakukan selebrasi setelah menjuarai Grand Prix Inggris, Sirkuit Silverstone. (18/7/2021) (ANTARA/REUTERS/Andrew Couldridge)

    Pebalap tim Mercedes Lewis Hamilton melakukan selebrasi setelah menjuarai Grand Prix Inggris, Sirkuit Silverstone. (18/7/2021) (ANTARA/REUTERS/Andrew Couldridge)

    TEMPO.CO, JakartaLewis Hamilton menjadi sasaran pelecehan rasis secara online setelah menjuarai balapan Formula 1 Grand Prix Inggris. Bos Red Bull juga menyebutnya sebagai amatir.

    Hamilton terlibat kecelakaan pada lap pertama balapan di Silverstone, Ahad. Bagian depannya mengenai mobil pembalap Red Bull, Max Verstappen. Akibatnya, mobil Verstappen melintir dan menabrak dinding.

    Pembalap Belanda itu tak bisa melanjutkan lomba dan harus diperiksa di rumah sakit. Lomba sempat dihentikan sementara.

    Ketiga balapan dilanjutkan, Hamilton mendapat penalti waktu 10 detik. Tapi, pembalap Mercedes itu mampu mengatasinya dan menjadi juara di negaranya sendiri setelah menyalip Ferrari Charles Leclerc di dua lap terakhir.

    Hanya beberapa jam setelah kemenangan itu, Hamilton menjadi sasaran pelecehan rasis daring. Komentar rasis dan emoji monyet dikirim sebagai balasan atas postingan yang merayakan kemenangan di saluran media sosial Hamilton dan tim Mercedes.

    Hamilton, 36 tahun, selama ini dikenal sebagai sosok yang aktif memperjuangkan anti-rasisme di F1. Ia biasa berlutut sebelum setiap menjalani lomba sebagai bagian dari perjuangannya melawan diskriminasi.

    Ia juga menyuarakan dukungannya untuk pesepakbola Inggris Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka yang menjadi sasaran pelecehan rasis di media sosial menyusul kekalahan final Euro 2020 Inggris dari Italia awal bulan ini.

    Sementara itu, aksi Hamilton yang membuat Verstappen kecelakaan dikecam Bos Red Bull Christian Horner, yang menyebut aksinya itu sebagai langkah "putus asa" dan "amatir".

    Horner menilai langkah Hamilton yang masuk dari dari kiri dengan kecepatan tinggi dalam sudut yang sempat adalah tak bertanggung jawab. "Lewis adalah juara dunia tujuh gelar. Itu adalah kesalahan amatir dan kesalahan putus asa," kata dia.

    “Saya tidak bisa melihat bagaimana Lewis dapat mengambil kepuasan demi kemenangan ketika dia menempatkan rekan pembalapnya di rumah sakit."

    "Ini mengecewakan, itu sangat menjengkelkan. Tindakannya telah membahayakan keselamatan pengemudi lain dan bagi saya itu tidak dapat diterima."

    Sementara itu, Lewis Hamilton merespons sorotan untuknya dengan berkomentar bahwa hal seperti itu merupakan risiko balapan. Ia sudah memberi ruang buat Verstappen, tapi mobilnya sudah terlalu maju dan pada kondisi itu tak ada yang mau mengalah.

    "Ketika seseorang terlalu agresif, hal seperti ini akan terjadi," kata dia. "Tak ada yang bisa katakan lebih jauh, semoga ia baik-baik saja karena saya menantikan duel ban lawan ban sepanjang balapan."

    Soal kemenangannya Lewis Hamilton berkata. "Ini balapan yang sulit secara fisik. Saya sangat bersyukur kepada penggemar, bagi saya mimpi melakukan ini di depan kalian semua."

    CRASH | FORMULA1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.