F1: Lewis Hamilton Dikecam Bos Red Bull, Disebut Tak Sportif Oleh Verstappen

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes Lewis Hamilton memeluk pialanya saat melakukan selebrasi di atas podium setelah berhasil menjuarai GP Inggris di Sirkuit Silverstone di Silverstone, Inggris, 18 Juli 2021. Hamilton disusul Leclerc yang finis kedua, dan Bottas diposisi ketiga. REUTERS/Peter Cziborra

    Pembalap Mercedes Lewis Hamilton memeluk pialanya saat melakukan selebrasi di atas podium setelah berhasil menjuarai GP Inggris di Sirkuit Silverstone di Silverstone, Inggris, 18 Juli 2021. Hamilton disusul Leclerc yang finis kedua, dan Bottas diposisi ketiga. REUTERS/Peter Cziborra

    TEMPO.CO, JakartaBos tim Red Bull, Christian Horner, menyebut Lewis Hamilton, telah membahayakan nyawa Max Verstappen saat tabrakan terjadi di lap pembuka Formula 1 di Sirkuit Silverstone.

    Dalam lomba F1 itu, Ahad malam, Max Verstappen harus keluar pada lap pertama karena ia menabrak dinding setelah ban belakangnya ditabrak Hamilton. Meski mendapat potongan waktu 10 detik, Hamilton akhirnya tetap menjadi juara.

    Horner menyebut juara dunia tujuh kali itu telah membuat kesalahan amatir ketika mencoba menyalip di tikungan Copse di lap pertama. Ia menuding Hamilton telah menempatkan  kompetitor lain dalam bahaya.

    "Kami cukup beruntung hari ini, sayangnya setelah kecelakaan (dengan benturan) 51-G, tidak ada yang cedera serius. Apa yang membuat saya sangat marah adalah kurangnya penilaian, atau salah penilaian dan keputusasaan," kata Horner seperti dikutip Reuters.

    "Syukur kami lolos dari itu hari ini tapi itu bisa jauh lebih buruk, penalti 10 detik akan tampak sangat tak berarti."

    Kemenangan kontroversial Hamilton hari itu memangkas jarak pimpinan Verstappen dari 33 poin menjadi delapan poin saja setelah 10 balapan musim ini.

    Hamilton diganjar penalti 10 detik karena menyebabkan tabrakan tersebut, namun mampu mencuri pimpinan lomba dari Charles Leclerc dua lap jelang finis untuk mengklaim kemenangan di kampung halamannya untuk kedelapan kalinya.

    Horner mengatakan Verstappen mengalami memar-memar dan berada di rumah sakit setelah mendapati kecelakaan terbesar dalam kariernya di Formula 1.

    Kecelakaan itu menyebabkan balapan terhenti sementara sebelum restart setelah trek dinyatakan aman.

    "Saya tak mengerti kenapa Lewis merasa puas dengan kemenangan ketika dia mengirim rekan kompetitornya dan pebalap ke rumah sakit," kata Horner.

    Verstappen juga berkomentar lewat Twitter dean menyebut Hamilton tak sportif.

    "Lega saya baik-baik saja. Sangat kecewa disingkirkan dengan cara seperti ini. Penalti itu tidak membantu kami sama sekali dan tidak memberi keadilan kepada gerakan membahayakan yang dibuat Lewis di trek," cuit pembalap Belanda itu.

    "Melihat selebrasi sembari masih di rumah sakit adalah perilaku yang kurang sopan dan tidak sportif tapi kami harus melupakan itu."

    Hamilton tampil tercepat di kualifikasi, Jumat, demi merebut pole position untuk sprint race yang diuji coba pada Sabtu.

    Posisi finis di sprint race menentukan posisi start pembalap di balapan inti hari berikutnya.

    Akan tetapi Verstappen mengambil alih pimpinan lomba di balapan sepanjang 17 putaran tanpa pitstop itu hingga finis pertama dan berhak menempati pole untuk GP Inggris.

    Horner menyebut perilaku Hamilton itu terpengaruh dengan sprint race tersebut karena ia tahu Verstappen bakal melesat meninggalkan lawan-lawannya apabila ia tidak berbuat sesuatu.

    "Saya rasa dia terbawa dengan hasil kemarin," kata Horner. "Dia tentunya sangat termotivasi, dan dia membuat kesalahan perhitungan yang sangat besar."

    Horner juga mengkritik bos tim Mercedes Toto Wolff karena menemui para steward ketika balapan dihentikan, mengatakan upaya melobi mereka adalah hal yang tidak pantas.

    "Saya rasa para steward tak boleh diganggu," kata Horner.

    Horner kemudian juga menemui para pengawas balapan sebagai respon atas tindakan Wolff untuk memastikan pandangan timnya juga didengar.

    Selanjutnya: Bos Mercedes Bela Hamilton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.