Apa Kabar Atlet Uganda yang Hilang di Olimpiade Tokyo?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Olimpiade Tokyo. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Ilustrasi Olimpiade Tokyo. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Jakarta - Apa kabar atlet Uganda yang dinyatakan hilang menjelang pelaksanaan Olimpiade Tokyo? Hingga kini pihak berwenang masih belum menemukannya.

    Petunjuk baru muncul dari Stasiun Nagoya. Kyodo melaporkan, menurut kepolisian, seorang pria yang diyakini sebagai atlet Uganda yang hilang terlihat di kamera pengintai di stasiun JR Nagoya Station, sekitar 200 kilometer dari tempat dia tinggal.

    Julius Ssekitoleko, atlet angkat besi yang tinggal di Izumisano, Prefektur Osaka, hilang pada Jumat, dan pemerintah kota serta timnya telah mencarinya dengan bantuan dari polisi.

    Menurut pejabat Izumisano, dia membeli tiket kereta shinkansen ke Nagoya setelah meninggalkan catatan di hotelnya yang mengatakan dia ingin bekerja di Jepang.

    Ssekitoleko, dalam catatan yang ditinggalkan di hotelnya mengatakan bahwa dia tidak ingin kembali ke Uganda karena kehidupan di sana sulit, dan meminta anggota delegasi untuk memberikan barang-barangnya kepada istrinya di negara asalnya.

    Dia diketahui tidak berada di hotel ketika seorang ofisial meminta sampel untuk tes Covid-19 sekitar Jumat siang. Dia dilaporkan terakhir terlihat sekitar pukul 12.30 oleh rekan satu timnya.

    Semua anggota delegasi harus menyerahkan sampel mereka untuk tes Covid-19 di pagi hari.

    Kejadian tersebut terjadi hanya satu pekan sebelum pembukaan Olimpiade yang dapat memicu kekhawatiran atas tindakan pencegahan penyebaran virus corona yang dijanjikan penyelenggara, yang mengatakan para atlet hanya akan diizinkan pergi ke lokasi tertentu dan tidak akan melakukan kontak dengan penduduk setempat.

    Penyelenggara telah berulang kali mengatakan Olimpiade Tokyo dapat diadakan dengan aman, tetapi skeptisisme publik tetap tinggi terutama karena lonjakan kasus Covid-19 di ibu kota Jepang.

    Delegasi Uganda yang beranggotakan sembilan orang tiba di bandara Narita, dekat Tokyo, pada 19 Juni, sebagai salah satu tim pertama yang tiba di Jepang untuk Olimpiade Tokyo, tetapi dua anggota dinyatakan positif Covid-19.

    Baca Juga: Kasus Perkosaan Terjadi di Stadion Tempat Pembukaan Olimpiade


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.