Iran Rajai Etape Kelima

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Tabriz Petrochemical dari Iran menguasai etape kelima Speedy Tour d'Indonesia 2008 kemarin. Dalam etape Semarang–Yogyakarta, yang didominasi tanjakan, tiga pembalap mereka merebut tiga posisi teratas.

    Peringkat kedua Asia, Ghader Mizbani Iranagh, menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 jam 1 menit dan 45 detik dan berhak atas yellow jersey. “Saya dan teman-teman sangat senang dengan hasil etape hari ini, dan kami berharap bisa terus mempertahankannya sampai etape terakhir nanti,” katanya.

    Rekan satu tim Ghader, Mehdi Faridi juga masuk finis dalam waktu yang bersamaan menduduki posisi kedua. Namun, catatan waktu Mehdi harus ditambahkan 10 detik setelah dia dianggap melakukan pelanggaran. Sedangkan raja tanjakan, Amir Zargari, finis di urutan ketiga dengan selisih waktu 12 detik.  

    Pada sesi tanjakan, meski Amir mempertahankan polka dot jersey yang didapatkannya dari etape keempat, tapi yang menjadi juara adalah pembalap Indonesia, Endra Wijaya, dari tim Custom Cycling Club. Bagi Endra, itu berkat dukungan warga di daerah asalnya. “Selain itu, saya juga sering latihan di sini, sehingga saya yakin saja. Meskipun, saya hanya sendirian menghadapi para pembalap Iran itu,” katanya.

    Endra langsung menempati peringkat ketiga kategori tanjakan. Pasalnya, sesi tanjakan yang berlangsung kemarin masuk dalam horse category, sang pemenang langsung mendapatkan 12 poin. Ini berbeda dengan etape-etape lainnya yang hanya bernilai 8 poin.

    Selain sukses menjadi yang terdepan di tanjakan, Endra masuk finis di urutan keempat keseluruhan. Dengan demikian, ia menggeser rekan satu timnya, Parno, di puncak klasemen umum individu nasional. Sementara itu, etape keenam Yogyakarta-Madiun baru akan digelar besok. EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.