Jawaban Errol Spence Usai Jadi Unggulan dalam Duel vs Manny Pacquiao

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Amerika, Errol Spence Jr. (ringtv.com)

    Petinju Amerika, Errol Spence Jr. (ringtv.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Errol Spence Jr akan mempertahankan gelar kelas welter WBC dan IBF saat melawan Manny Pacquiao dalam jadwal tinju dunia pada 21 Agustus 2021. Sejumlah penggemar juga mengunggulkannya untuk mengalahkan petinju legendaris asal Filipina tersebut.

    Spence (27-0, 21 KO) hanya tertawa kecil ketika ingat bahwa Pacquiao (62-7-2, 39 KO) bisa mengalahkannya dalam duel tersebut. Saat itu, petinju berusia 42 tahun itu mengaku bisa mengalahkan Spence dalam pertarungan tersebut. Spence mewaspadai Pacquiao.

    Di sisi lain, petinju asal Texas itu percaya bahwa ia bisa mengalahkan Manny Pacquiao. Jika berhasil, ia yakin bisa membuktikan diri sebagai petinju kelas welter teratas hari ini. Jika menang, Spence kemungkinan juga bisa menyeretnya ke masa pensiun.

    Manny Pacquiao bersalaman dengan Errol Spence Jr. (Rex Features/The Sun)

    “Saya pikir dia pasti akan pensiun setelah pertarungan ini,” kata Spence dikutip dari Bed Left Hook, Selasa, 20 Juli 2021. “Saya tidak tahu apakah saya akan menghentikannya, kita lihat saja nanti. Anda harus mendengarkan dan melihatnya.”

    Alih-alih bersiap menghadapi Pacquiao, Spence pun menantikan calon lawan tinju berikutnya, yaitu Terence Crawford. Ia mengaku masih bertahan di kelas welter demi mengincar duel melawan Crawford.

    "Saya pasti menginginkan pertarungan itu, dan kami harus mewujudkannya. Ini adalah tugas tim saya dan tim Crawford untuk berbicara satu sama lain dan melihat apakah itu bisa terjadi. Jika itu tidak bisa terjadi, saya harus pindah divisi,” kata Errol Spence.

    Baca juga : Errol Spence: Mengalahkan Manny Pacquiao Bukti Saya Petinju Terbaik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.