Olimpiade Tokyo: Wartawan Asing Kecewa Berat Saat Meliput di Luar Gelembung

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Nasional Jepang yang jadi arena utama Olimpiade Tokyo 2020. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Stadion Nasional Jepang yang jadi arena utama Olimpiade Tokyo 2020. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO.CO, JakartaWartawan asing yang meliput Olimpiade Tokyo mendapat pengalaman pahit pada hari-hari awal liputan di arena pesta olahraga dunia itu.

    Mereka kecewa berat karena mendapati bahwa kesempatan yang ditawarkan dari panitia untuk melaporkan keadaan di luar "gelembung" media, malah menjadi tur wisata dengan menerapkan jarak sosial, juga tanpa diperbolehkan mengambil gambar.

    Berharap bisa melaporkan suasana Tokyo di luar Olimpiade, Senin itu wartawan-wartawan luar Jepang itu malah diangkut oleh panitia penyelenggara yang seperti diburu waktu. Para junalis dibawa dari satu tempat wisata kosong ke tempat wisata kosong lainnya, selama dua jam.

    Wartawan asing yang umumnya dibatasi oleh aturan terkait COVID-19 untuk tidak bepergian di luar hotel dan situs-situs Olimpiade tersebut kesal oleh langkah-langkah seperti pelacakan via GPS dan larangan mewawancarai warga biasa Jepang.

    Sebaliknya sejumlah wartawan Jepang terus mengintai para pengunjung mancanegara guna memastikan mereka tidak melanggar aturan karantina.

    Mengingat Olimpiade segera dibuka Jumat pekan ini, penyelenggara mengatakan pembatasan adalah cara tepat dalam memerangi penyebaran epidemi di Jepang. Media luar negeri memprotes penyelenggara karena membatasi kebebasan pers, lapor kantor berita Kyodo seperti dikutip Reuters.

    Selain dipaksa berulang kali memeriksa suhu tubuh, kunjungan ke situs-situs wisata dibatasi paling lama 30 menit dan harus menjaga jarak sosial. Hari itu para wartawan mengunjungi situs-situs seperti Museum Nasional Tokyo dan Taman Hama-Rikyu, sebuah vila tepi teluk yang diperuntukkan bagi kaum feodal.

    "Kami hanya pergi ke museum nasional tanpa dibolehkan mengambil gambar, jadi tidak ada gunanya bagi media," kata reporter Finlandia Heikki Valkama.

    Mikai Asai dari Dewan Pariwisata Jepang mengatakan pihaknya hanya memberikan waktu senggang kepada wartawan yang terkurung untuk menjelajahi ibu kota dengan aman.

    "Karena ada pembatasan, (wartawan) tidak diperbolehkan keluar mengambil gambar. Kami hanya ingin berbagi budaya Jepang, dan agar semua orang menikmatinya sebagai bagian dari keramahtamahan kami," kata dia.

    Olimpiade Tokyo akan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Pesta akbar olahraga dunia ini harusnya digelar tahun lalu tapi ditunda karena pandemi Covid-19.

    Baca Juga: Panitia Belum Menutup Opsi Pembatan Olimpiade Tokyo di Saat-saat Terakhir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.