2 Atlet Dayung di Olimpiade Tokyo, Ini Wejangan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Dayung Mutiara Rahma Putri (kiri) dan Melani Putri (kanan) berlatih menjelang Olimpiade Tokyo. Antara/M Agung Rajasa

    Atlet Dayung Mutiara Rahma Putri (kiri) dan Melani Putri (kanan) berlatih menjelang Olimpiade Tokyo. Antara/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Basuki Hadimuljono memberikan wejangan kepada dua wakil Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2021. Ia meminta dua pedayung Indonesia, Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri, untuk tetap bersemangat dan fokus pada perlombaan.

    Basuki optimistis jeduanya dapat meraih hasil terbaik setelah melakukan serangkaian persiapan, termasuk program latihan di Situ Cileunca, Pengalengan, Jawa Barat. "Kerjakan yang terbaik hasilnya serahkan kepada Allah. Ini adalah kesempatan besar. Saya yakin mereka dapat memberikan yang terbaik, karena saya mengikuti mereka sejak SEA Games 2019 di Manila," kata Basuki.

    Basuki Hadimuljono melepas kontingen kedua Indonesia pada Selasa malam, 20 Juli 2021. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, bisa tampil di Olimpiade merupakan prestasi membanggakan bagi kedua atlet.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Tempo/Irsyan

    "Dengan lolosnya dua pedayung putri di Olimpiade Tokyo, saya berharap mendapatkan prestasi yang baik. Tidak ada target, tapi kita ingin berusaha lebih baik karena meloloskan atlet di ajang Olimpiade tidaklah mudah." kata Basuki.

    Mutiara dan Melani adalah dua atlet yang usianya masih relatif muda. Mutiara baru berusia 17 tahun, sedangkan Melani berusia 22 tahun. Namun, pencapaian mereka dinilai luar biasa dengan tampil di Olimpiade Tokyo. Mutiara dan Melani mendapatkan tiket ke Olimpiade setelah mengikuti kualifikasi Olimpiade Zona Asia atau Asian & Oceania Continental Qualification Regatta di Sea Forest Waterway, Jepang, awal Mei lalu.

    Mereka finis posisi keempat dengan catatan waktu 7 menit 35,71 detik. Adapun atlet tuan rumah Chiaki Tomita / Ayami Oishi tercatat finis tercepat dengan catatan waktu 7 menit 15,84 detik.

    Di urutan kedua dan ketiga, masing-masing ditempati pasangan atlet dayung asal Vietnam Thi Thao Luong / Thi Hao Dinh (7 menit 17,34 detik) dan Zeinab Norouzi Tazeh Kand / Kimia Zarei dari Iran (7 menit 23,86 detik).

    Baca juga : Olimpiade Tokyo: 2 Atlet Dayung dan Deni Angkat Besi Sudah Bertolak ke Jepang

    Baca juga : Profil Atlet Olimpiade Tokyo: Mutiara dan Melani, Mendayung ke Masa Depan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.