Mengenal Istilah Snatch dan Clean and Jerk dalam Angkat Besi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Tim angkat besi dari Indonesia kembali menyumbangkan medali perak kepada kontingen Indonesia. Kali ini medali disumbangkan oleh Eko Yuli Irawan yang berhasil mengamankan posisi kedua di bawah Li Fabin asal Tiongkok dan berhak mendapatkan medali perak.

    Eko berhasil menempati posisi kedua dengan total catatan angkatan mencapai 302 kg. Eko mencatatkan angkatan snatch 141 kilogram dan 165 kilogram pada angkatan clean and jerk.

    Dengan hasil ini, membuat Eko menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil memiliki empat medali dalam ajang Olimpiade. Eko pernah mendapatkan medali perunggu di Beijing dan London. Kemudian, perak di Rio de Janeiro dan Tokyo.

    Kebehasilan Eko mendapatkan medali, mendapatkan banyak apresiasi dari publik. Di media sosial banyak yang memuji Eko dan menyematkan titel Legenda pada Eko. Selain itu, angkat besi pun banyak menjadi perbincangan,khususnya mengenai snatch dan clean and jerk. Banyak netizen yang bertanya-tanya tentang pengertian dari kedua angakatan tersebut.

    Mengutip dari situs International Weightlifting Federation (IWF), snatch merpakan jenis angkatan langsung tanpa jeda. Dalam angkatan snatch pengangkatan barbel dilakukan dalam satu gerakan.

    Sebaliknya, clean and jerk dalam olahraga angkat besi adalah pengangkatan beban yang dilakukan dalam dua tahap. Pertama, barbel diangkat dari lantai sampai batas dada dengan posisi lifter jongkok. Kemudian, lifter mengambil ancang-ancang untuk mengangkat barbel sampai kedua tangan lifter lurus di atas kepala dan lifter harus berdiri sempurna selama beberapa detik sampai bel berbunyi.

    EIBEN HEIZIER

    Baca juga:

    Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo, Eko Yuli Irawan Belum Akan Pensiun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.