Cara Yuta Watanabe Kalahkan Ganda Campuran Indonesia: Hindari Praveen Jordan

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi ganda putra Jepang, Yuta Watanabe (kanan) usai mengalahkan Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. REUTERS/Andrew Boyers

    Selebrasi ganda putra Jepang, Yuta Watanabe (kanan) usai mengalahkan Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. REUTERS/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda campuran asal Jepang, Yuta Watanabe, punya resep tersendiri untuk mengalahkan wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo. Bertemu Praveen Jordan /Melati Daeva Oktavianti, ia mengaku sama sekali tidak menemukan kesulitan untuk menerapkan pola permainannya.

    Musababnya, Yuta, yang berpasangan bersama Arisa Higashino, sudah pernah bertemu Praveen / Melati di beberapa turnamen lain. “Kami tidak mengalami kesulitan menemukan pola permainan kami. Kami sudah bermain melawan pemain Indonesia beberapa kali, sehingga kami terbiasa dengan permainan mereka,” ujar Watanabe seusai pertandingan Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin, 26 Juli 2021.

    Ia pun membeberkan strateginya saat menghadapi wakil Garuda sehingga bisa mencuri banyak poin dalam pertandingan tersebut. “Kami mencoba menghindari pemain pria (Praveen Jordan) karena dia juga kuat, jadi kami mencoba memukul shuttlecock dengan sangat pendek untuk menghindari pukulan besar dari mereka,” kata Watanbe.

    Dalam pertandingan tersebut, Praveen / Melati harus mengakui keunggulan Watanabe / Higashino. Pasangan nomor empat BWF tersebut harus menyerah dua game langsung dengan skor 13-21, 10-21. Meski kalah, pasangan Indonesia itu lolos ke perempat final.

    Seusai pertandingan, Praveen mengaku permainan keduanya tidak begitu bagus. "Kami berada di bawah banyak tekanan sejak awal. Tetapi kami akan mencoba untuk melakukan yang lebih baik besok,” kata Praveen.

    Soal kekalahan dari ganda campuran peringkat lima dunia di Olimpiade Tokyo itu, Melati menambahkan, “Kekalahan itu bukan karena kami tidak siap, tetapi karena kami tidak bisa keluar dari situasi tekanan lawan. Kondisi pertandingan hari ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Lawan makin berat, dan kami harus bisa tampil lebih baik lagi besok di perempat final."

    Baca juga : Raih Perak Olimpiade Tokyo, Lifter India Dapat Bonus Pizza Seumur Hidup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.