Kisah Simone Biles di Olimpiade, Kala Bintang Besar Goyah Ditekan 'Beban Dunia'

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simone Biles dalam final senam beregu putri Olimpiade Tokyo, 27 Juli 2021. REUTERS/Mike Blake

    Simone Biles dalam final senam beregu putri Olimpiade Tokyo, 27 Juli 2021. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Simone Biles untuk mundur dari nomor senam beregu putri menjadi salah satu cerita besar dari Olimpiade Tokyo. Seorang bintang besar kembali goyah mentalnya ketika mendapat sorotan berlebihan.

    Kasus Biles mengingatkan pada Naomi Osaka, yang menolak bicara dengan pers dan akhirnya mundur dari French Open tahun ini, karena alasan masalah kesehatan mental.

    Keduanya memiliki kondisi kurang lebih sama: muda, berprestasi, lalu terus disorot media, digali semua aspek hidupnya hingga hal-hal yang membuat yang bersangkutan tak nyaman. Keduannya tak tahan menanggungnya.

    Simone Biles, pesenam Amerika berusia 24 tahun, selama ini sudah dianggap banyak kalangan sebagai yang terhebat sepanjang masa. Ketika dia bersiap ke Olimpiade Tokyo, banyak bahasan muncul soal kemungkinan dia memecahkan rekor sembilan medali emas Olimpiade yang lama dipegang atlet legendaris Uni Soviet Larisa Latynina.

    Dia juga kerap dibanding-bandingkan dengan perenang legendaris Amerika Michael Phelps, yang memenangkan delapan medali emas dalam satu Olimpiade. Biles disebut-sebut, paling tidak, bisa mendekati rekor Phelps itu. Tidak ada atlet putri Amerika yang bisa mendekati apa yang dilakukan Phelps di kolam renang.

    Media massa juga sering mengembel-embeli berita soal Biles dengan kemungkinan dia menjadi pesenam putri pertama di dunia yang dalam dua Olimpiade berturut-turut memenangkan medali emas nomor semua alat atau all-around. Ia berpeluang mengikuti Vera Caslavska dari Cekoslovakia melakukannya pada Olimpiade Tokyo 1964 dan Olimpiade Mexico City 1968.

    Simone Biles saat beraksi di Olimpiade Tokyo. REUTERS/Lindsey Wasson

    Sorotan seperti itu membebani Biles. Hal itu bahkan berakibat buruk kepada penampilannya, yang sebenarnya sudah mulai terlihat atas seleksi nasional timnas senam AS untuk Tokyo 2020. Hal itu pun makin dikuatkan oleh penampilannya saat pertama kali berlomba dalam Olimpiade Tokyo ini pada Ahad, 25 Juli 2021, dalam penyisihan senam beregu putri.

    Dia mendarat tidak sempurna saat menyudahi nomor senam lantainya. Dia melakukan hal itu dengan tingkat kesulitan tinggi, namun bagi superstar seperti dia kesalahan seperti itu sungguh tidak biasa dia lakukan. Biles menuntaskan meja lompat pada posisi tertinggi di antara semua pesenam, namun dia goyah saat menyelesaikan balok keseimbangan.

    Tampilan dia bahkan lebih buruk lagi saat memainkan palang bertingkat sehingga finis urutan kesepuluh, kendati tetap lolos ke final karena aturan menyebutkan dua pesenam boleh turun untuk masing-masing alat dalam final beregu putri.

    Tak lama setelah menyelesaikan babak penyisihan itu, Biles memposting foto dirinya di Instagram dalam triko dengan wajah termenung. "Saya kadang-kadang merasa seolah menanggung beban dunia di pundak saya. Saya tahu saya mengabaikannya dan mengubahnya menjadi seperti tekanan yang tak boleh mempengaruhi saya, namun kadang hal itu sulit," kata Biles.

    Dan tampaknya sejak itu dia merasakan beban untuk tampil super, sudah tak bisa ditanggungnya. Dia kemudian memilih mundur ketika tim Amerika baru memulai pertarungan beregu putri yang sengit dengan Rusia (Komite Olimpiade Rusia /ROC).

    Selanjutnya: Memilih Mundur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.