Bulu Tangkis: Dikalahkan Intanon, Gregoria Mariska Akui Terpancing Taktik Lawan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gregoria Mariska Tunjung saat tampil di Olimpiade Tokyo. REUTERS/Hamad I Mohammed

    Gregoria Mariska Tunjung saat tampil di Olimpiade Tokyo. REUTERS/Hamad I Mohammed

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiprah pemain tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, harus terhenti lebih cepat di arena bulu tangkis Olimpiade Tokyo. Ia dikalahkan wakil Thailand, Ratchanok Intanon, dengan skor 12-21, 19-21 dalam laga 16 besar, Kamis, 29 Juli 2021.

    Gregoria Mariska Tunjung mengaku terpancing permainan cepat dari Intanon di game pertama. Hal itu tidak menguntungkan baginya. Ia juga menduga Intanon mencoba memancing diriya untuk main panjang.

    "Sementara bola-bola saya banyak yang out. Saya ingin pengembalian bola-bola saya bisa menyusahkan lawan, tetapi malah jadi out dan mati sendiri," ujar Greogria dikutip dari BWFBadminton.com, Kamis, 29 Juli 2021.

    Pada game kedua, Gregoria menyebutkan sempat kesulitan mengatur ritme pertandingan.

    "Saat di pertengahan pas saya ketinggalan jauh saya cuma mikir, kalau pun kalah saya nggak mau kalah begitu saja. Pasti akan menyesal, apalagi jika tidak mencoba karena seperti yang sebelumnya saya bilang, saya ingin Olimpiade ini menjadi pembuktian diri bahwa saya bisa," ujar dia.

    "Tapi, saya jadinya merasa tertekan di lapangan sehingga permainan saya kurang berkembang. Padahal, saya ingin all-out karena ini Olimpiade, empat tahun sekali," kata Gregoria lagi.

    Selain Gregoria Mariska Tunjung, hari ini masih ada lima wakil Indonesia yang akan berlaga di arena bulu tangkis. Mereka adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang bermain pagi. Adapun tiga wakil lainnya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Anthony Sinisuka Ginting, dan Jonatan Christie akan bermain sore hari.

    IRSYAN HASYIM

    Baca Juga: Laporan Hasil Pertandingan Gregoria Mariska vs Intanon


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.