Tenis Olimpiade: Gagal di Sektor Ganda, Novak Djokovic Pulang Tanpa Medali

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novak Djokovic tersingkir di babak semifinal Olimpiade Tokyo, 30 Juli 2021. REUTERS/Mike Segar

    Novak Djokovic tersingkir di babak semifinal Olimpiade Tokyo, 30 Juli 2021. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.CO, JakartaPetenis nomor satu dunia dan juara Grand Slam 20 kali, Novak Djokovic, akan meninggalkan Olimpiade Tokyo tanpa medali. Kegagalan seperti ini sudah ia alami untuk tiga Olimpiade berturut-turut.

    Hal itu dipastikan ia setelah mundur dari pertandingan tenis perebutan perunggu ganda campuran, Sabtu, karena cedera bahu, seperti dilaporkan Reuters.

    Mundurnya Djokovic, yang berpasangan dengan Nina Stojanovic, membuat lawannya, pasangan Australia Ashleigh Barty dan John Peers, secara otomatis membawa pulang medali perunggu.

    Petenis Serbia itu mengundurkan diri dari laga tersebut beberapa menit setelah kekalahannya dari Pablo Carreno Busta pada pertandingan perebutan medali perunggu di nomor tunggal putra. 

    Dalam pertandingan tersebut Djokovic kalah 6-4, 6-7 (6/8), 6-3 dari petenis Spanyol Carreno Busta. Ini merupakan kali pertama Djokovic kalah dalam dua pertandingan tunggal berturut-turut sejak kekalahan dari Dominic Thiem dan Roger Federer di ATP Tour Finals 2019. 

    Sebelumnya, Djokovic kalah dari petenis Jerman Alexander Zverev, Jumat, di semifinal tunggal putra, dan ia terpaksa mengakhiri harapannya tahun ini untuk mendapatkan 'Golden Slam', yang terdiri dari emas Olimpiade dan empat gelar juara Grand Slam.

    Novak Djokovic, yang sudah menjuarai Grand Slam Australia Open, French Open dan Wimbledon, memenangi medali perunggu tunggal putra di Beijing pada 2008. Namun setelah itu dia gagal mendapatkan tempat podium di London, Rio, dan kini Olimpiade Tokyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.