Pertama di Olimpiade Tokyo, Atlet AS Bikin Aksi Protes di Podium Medali

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Amerika Raven Saunders melakukan aksi protes saat menerima medali perak tolak peluru di Olimpiade Tokyo. REUTERS/Hannah Mckay TPX IMAGES OF THE DAY

    Atlet Amerika Raven Saunders melakukan aksi protes saat menerima medali perak tolak peluru di Olimpiade Tokyo. REUTERS/Hannah Mckay TPX IMAGES OF THE DAY

    TEMPO.CO, JakartaAtlet tolak peluru putri AS Raven Saunders mengambil resiko terancam sanksi dengan melakukan sikap protes di podium medali Olimpiade Tokyo 2020, Minggu.

    Aksi protes di podium yang dilakukan Raven Saunders, yang meraih perak, merupakan yang pertama kalinya terjadi di Olimpiade Tokyo.

    Atlet Afrika-Amerika berusia 25 tahun itu menyilangkan tangannya dalam bentuk "X" selama upacara penyerahan medali pada Minggu waktu setempat di Stadion Olimpiade setelah meraih perak.

    Media AS, seperti dikutip AFP, melaporkan bahwa Saunders, yang berkulit hitam dan pendukung hak-hak LGBT, mengatakan sikapnya dibuat sebagai solidaritas pada "orang-orang tertindas".

    Setelah meraih medali perak pada Minggu, Saunders mengatakan dia ingin mewakili "orang-orang di seluruh dunia yang sedang berjuang dan tidak memiliki platform untuk berbicara sendiri."

    Protes Saunders menjadi ujian pertama dari aturan Komite Olimpiade Internasional yang melarang protes dalam bentuk apa pun di podium medali Olimpiade.

    IOC mengubah aturannya mengenai protes atlet menjelang pertandingan, dengan mengatakan bahwa protes damai sebelum kompetisi akan diizinkan.
    Namun badan penyelenggara Olimpiade itu mempertahankan aturan ketat terhadap protes di podium medali.

    Belum jelas sanksi apa yang akan dihadapi Saunders.

    Pedoman IOC yang diperbarui yang dirilis bulan lalu mengatakan bahwa konsekuensi sanksi disiplin untuk aksi protes akan "sebanding dengan tingkat gangguan dan sejauh mana pelanggaran itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Olimpiade."

    Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat mengatakan sebelum pertandingan, mereka tidak akan memberikan sanksi kepada para atletnya karena melakukan protes.

    USOPC melunakkan pendekatannya terhadap atlet yang memprotes di podium setelah peninjauan aturan menyusul protes berskala nasional di Amerika Serikat tahun lalu setelah pembunuhan George Floyd.

    Para ahli mengatakan IOC tidak mungkin mengambil pendekatan keras terhadap atlet yang melakukan protes di Tokyo, mengingat kemungkinan reaksi hubungan masyarakat yang kemungkinan akan mengikuti sanksi apa pun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.