Karsten Warholm Pecahkan Rekor Dunia Lari Gawang 400 Meter di Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Norwegia Karsten Warholm merayakan kemenangannya di final lari nomor 400m putra Olimpiade Tokyo 2020, Jepang, Selasa (3/8/2020). Warholm berhasil menjadi pemenang dan meraih medali emas dengan catatan waktu 45,94 detik yang memecahkan rekor Olimpiade yang sebelumnya dipegang oleh pelari Amerika Serikat Kevin Young dengan waktu 46,78 detik dan memecahkan rekor dunia yang telah dipegangnya sendiri sejak 1 Juli 2021 dengan waktu 46,70 detik. ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson/foc.

    Atlet Norwegia Karsten Warholm merayakan kemenangannya di final lari nomor 400m putra Olimpiade Tokyo 2020, Jepang, Selasa (3/8/2020). Warholm berhasil menjadi pemenang dan meraih medali emas dengan catatan waktu 45,94 detik yang memecahkan rekor Olimpiade yang sebelumnya dipegang oleh pelari Amerika Serikat Kevin Young dengan waktu 46,78 detik dan memecahkan rekor dunia yang telah dipegangnya sendiri sejak 1 Juli 2021 dengan waktu 46,70 detik. ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson/foc.

    TEMPO.CO, JakartaRekor dunia lari gawang 400 meter putra pecah setelah atlet Norwegia, Karsten Warholm, menjadi yang terbaik pada Olimpiade Tokyo 2020. Bertanding di Olympic Stadium, Tokyo, Selasa, 3 Agutus 2021, ia mengubur asa atlet Amerika Serikat Rai Benjamin meraih emas.

    Dilaporkan Reuters, pada Juli lalu, Warholm juga sukses memecahkan rekor dunia yang dipegang oleh Kevin Young yang bertahan 29 tahun dengan catatan waktu 46,70 detik. Kini di Jepang, atlet berusia 25 tahun mempertajam rekornya menjadi 45,95 detik.

    Rai Benjamin yang juga tampil apik harus puas dengan medali perak dengan catatan waku 46,17 detik atau setengah detik lebih cepat dari rekor lama. Alison dos Santos dari Brasil melengkapi podium dengan meraih perunggu dengan waktu 46,72 detik. Catatan waktu ini juga lebih baik dari rekor Kevin Young yang bertahan 29 tahun yakni 46,78 detik.

    Seusai bertanding, Warholm mengaku sangat senang dengan medali emas Olimpiade Tokyo dan berhasil memecahkan rekor dunia catatan waktu tersebut. "Ini sangat gila. Ini adalah momen terbesar dalam hidup saya," katanya dikutip dari situs Olympics.

    Ia meneruskan, “Ini mendefinisikan segalanya, semua waktu yang saya habiskan, semua yang telah dilatih oleh pelatih saya. Saya memimpikannya. Saya menghabiskan seluruh waktu saya memikirkan ini dan akhirnya saya mendapatkannya ke dalam koleksi medali saya. Lengkap sudah. Saya telah menghabiskan ribuan jam memikirkan hal ini."

    Adapun Benjamin Rai, yang terlihat meneteskan air mata setelah kehilangan posisi teratas di podium, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. “Mengetahui bahwa Anda ingin menjadi yang terbaik, inilah yang harus dibayar. Sulit dan menyakitkan, tapi itulah yang terjadi," ujarnya.

    “Saya selalu memberi diri waktu untuk memproses sesuatu. Saat ini saya hanya berada dalam keadaan penuh emosi. Saya telah bekerja sangat keras. Saya mendapat medali tapi rasanya menyakitkan karena kalah," ujar Benjamin Rai soal kekalahannya di lari gawang dari Karsten Warholm.

    Baca juga : Greysia Polii Sudah Bertekad Cetak Sejarah Sejak Usia 13 Tahun

    Baca juga : Bonus Olimpiade buat Greysia / Apriyani, DPR: Jangan Tunggu Keringatnya Kering


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.