Intip Persiapan Viktor Axelsen Tiap Ingin Bertanding

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Viktor Axelsen. Doc. BWF.

    Viktor Axelsen. Doc. BWF.

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet asal Denmark, Viktor Axelsen, sukses merebut medali emas cabang olahraga bulu tangkis tunggal putra di Olimpiade Tokyo kemarin. Ia menjadi orang Eropa pertama yang

    Sebagai seorang juara dunia, tentu menarik mengetahui bagaimana rutinitas Axelsen sebelum bertanding. Untungnya hal ini pernah ia bagikan melalui salah satu vlognya ketika hendak bertarung di Ahmendabad Smash Masters India di Premier Badminton League (PBL) 2019 lalu.

    Mengutip laman shuttlers.com, Selasa, 3 Agustus 2021, persiapan Axelsen dimulai dari bangun pukul 6 pagi. Ia sarapan dengan oatmeal dengan buah, yoghurt yunani, kacang, dan segelas kopi hitam.

    Tiga jam kemudian Axelsen memulai latihan sesi pagi hingga pukul 10. Saat jarum jam menunjukkan pukul 12.30 dia melakukan perawatan otot.

    Sejam kemudian Axelsen memulai makan siangnya dengan memilih makanan yang ringan, seperti oatmeal, buah, dan secangkir kopi. Tiga puluh menit setelahnya ia menjalani restitusi dengan Normatec Boots. Ini adalah produk yang dibuat oleh ahli biologi dan dokter yang dirancang untuk membantu mempercepat pemulihan melalui pijat. Biasanya memakana waktu mulai dari 30 sampai 40 menit.

    Saatnya bersiap-siap, di pukul 15.00, Axelsen akan memeriksa tasnya sebelum pergi ke lapangan. Dalam tasnya selalu berisi sepasang sepatu lengkap dengan kaus kaki cadangan, raket Duora Z-strike dari Yonex, lalu roller busa yang digunakan untuk pemanasan sebelum dia siap bermain.

    Satu jam jelang bermain, sekitar pukul 19.00, Viktor Axelsen melakukan pemanasan. Terakhir, tepatnya pukul 8 malam, dia siap mengayunkan raketnya.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca juga:

    Viktor Axelsen Beri Ucapan Selamat ke Chen Long dan Anthony Ginting


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.