IOC Mulai Selidiki Kasus Pulang Paksa Atlet Belarusia dari Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cincin Olimpiade digambarkan di depan Komite Olimpiade Internasional (IOC) selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Lausanne, Swiss, 24 Maret 2020. REUTERS/Denis Balibouse

    Cincin Olimpiade digambarkan di depan Komite Olimpiade Internasional (IOC) selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Lausanne, Swiss, 24 Maret 2020. REUTERS/Denis Balibouse

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Internasional (IOC) membuka penyelidikan resmi atas kasus Krystsina Tsimanouskaya, atlet Belarusia yang ditarik paksa untuk keluar dari Olimpiade Tokyo oleh timnya pekan lalu. Sang atlet kini telah mendapatkan suaka di Polandia.

    Dikutip dari Kyodo, juru bicara IOC Mark Adams mengatakan bahwa komite juga mengharapkan dapat menerima laporan tentang kasus tersebut dari Komite Olimpiade Nasional Belarusia. Ia menilai komite perlu mendengar dari setiap pihak yang terlibat dalam insiden itu sebagai bagian dari penyelidikan. "Kita harus sampai ke akarnya," kata dia.

    Tsimanouskaya, sprinter berusia 24 tahun, telah mendapatkan visa kemanusiaan dari Polandia setelah menolak untuk naik pesawat, Ahad, 1 Agustus 2021 di Bandara Haneda Tokyo. Ia mengaku telah dipaksa untuk kembali ke Belarusia karena kedapatan mengkritik pelatihnya. Saat ini, dia masih berada di Tokyo.

    Adams tak menyebutkan tenggat waktu penyeldikian. Namun, Adams memastikan bahwa Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) telah memberikan dukungan kepada Tsimanouskaya. "Pertama dan terutama tanggung jawab kami adalah keselamatan atlet," kata Adams.

    Tsimanouskaya, pelari 24 tahun, sempat mengeluh melalui media sosialnya usai masuk dalam tim estafet Belarusia 4 x 400 meter untuk Olimpiade Tokyo. Ia belum pernah bertanding di nomor tersebut. Dia berlari di nomor 100 meter tetapi tidak lolos ke semifinal dan seharusnya tampil di nomor 200 meter, tetapi ia tidak ikut bertanding.

    Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Marcin Przydacz, memberikan dukungan terhadap sang atlet. Melalui cuitannya, ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membantu Tsimanouskaya melanjutkan karier olahraganya.

    Adapun Komite Olimpiade Nasional Belarusia dipimpin oleh Viktor Lukashenko, putra Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko. Keduanya dilarang menghadiri Olimpiade Tokyo di tengah tuduhan diskriminasi terhadap atlet yang ambil bagian dalam protes terhadap pemilihan kembali presiden yang kontroversial tersebut pada Agustus 2020.

    "Saya takut kalau saya di Belarusia, saya mungkin dipenjara. Saya tidak takut dipecat atau dikeluarkan dari tim nasional. Saya khawatir tentang keselamatan saya," kata Tsimanouskaya, dikutip dari Yayasan Solidaritas Olahraga Belarusia, yang memberi dukungan kepada atlet yang dianiaya karena pandangan politik mereka.

    Baca juga : Tujuan Eng Hian Pasangkan Apriyani Rahayu dengan Greysia Polii

    Baca juga : Ini Alasan Atlet Belarusia Menolak Pulang ke Negaranya Saat Olimpiade Tokyo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.