Ini Alasan Mengapa Atlet Olimpiade Selalu Menggigit Medali Saat Berpose

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peraih medali emas Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berpose dengan medali emas seusai final badminton ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020, Jepang, Senin, 2 Agustus 2021. Kemenangan ini sekaligus menjaga tradisi medali emas Olimpiade dari cabang olahraga badminton. REUTERS/Hamad I Muhammad

    Peraih medali emas Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berpose dengan medali emas seusai final badminton ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020, Jepang, Senin, 2 Agustus 2021. Kemenangan ini sekaligus menjaga tradisi medali emas Olimpiade dari cabang olahraga badminton. REUTERS/Hamad I Muhammad

    TEMPO.CO, Jakarta - Meraih medali saat berlaga di ajang Olimpiade merupakan impian semua atlet. Saat berada di podium, para atlet memiliki tradisi untuk berpose dengan menggigit medali yang diraihnya.

    David Wallechinsky, anggota Komite Eksekutif Masyarakat Internasional Sejarawan Olimpiade, mengatakan kebiasaan ini diduga untuk memuaskan media. Menurut dia, fotografer akan melihat hal ini sebagai sesuatu yang ikonik.

    "Menjadi sesuatu yang mungkin bisa dijual. Para atlet sepertinya tidak bisa melakukan ini sendiri," katanya dikutip dari CNN,Selasa, 3 Agustus 2021.

    Pada Olimpiade Tokyo 2020 yang saat ini sedang berlangsung, beberapa atlet yang naik ke podium berpose dengan menggigit medali emasnya. Hal ini membuat akun resmi Tokyo 2020 berseloroh kepada orang-orang bahwa medali ini sebenarnya tidak dapat dimakan.

    "Kami hanya ingin mengonfirmasi secara resmi bahwa medali #Tokyo2020 tidak dapat dimakan," tulis akun resmi tersebut pada 25 Juli lalu.

    WINDA OKTAVIA

    Baca juga:

    Ternyata Medali Olimpiade Tokyo 2020 Terbuat dari Limbah Elektronik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.