Kedua Kali di Olimpiade, Thompson-Herah Kawinkan Emas Lari 100 dan 200 Meter

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elaine Thompson-Herah dari Jamaika meraih emas lari 100 meter putri di Olimpiade Tokyo. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Elaine Thompson-Herah dari Jamaika meraih emas lari 100 meter putri di Olimpiade Tokyo. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO.CO, Jakarta - Sprinter putri Jamaika Elaine Thompson-Herah mengawinkan medali emas 100m dan 200m  Olimpiade Tokyo 2020. Ia melakukannya untuk kedua kali di ajang Olimpiade, setelah di Rio de Janeiro 2016.

    Elaine Thompson-Herah finis pertama dalam final 200m putri di Olympic Stadion, Tokyo, Selasa, dengan mencatatkan waktu 21,53 detik.

    Prestasi tersebut kian menegaskan status Thompson-Herah sebagai ratu sprint dunia karena dia sukses menjadi perempuan pertama yang memenangkan dua medali emas 100m dan 200m Olimpiade secara berturut-turut.

    Pelari Namibia Christine Mboma meraih perak setelah finis kedua dengan 21,81 detik, diikuti Gabrielle Thomas dari AS pada posisi ketiga dengan 21,81 detik, demikian catatan resmi kompetisi.

    Sementara itu, rekan senegara Thompson-Herah, yakni pelari kawakan Shelly-Ann Fraser-Pryce, harus puas pada posisi keempat dengan mencatatkan 21,94 detik.

    Thompson-Herah sebelumnya juga meraih emas 100m Olimpiade Tokyo. Tak hanya emas, pelari 29 tahun itu juga memecahkan rekor 100m putri Olimpiade yang telah bertahan selama 33 tahun dengan waktu 10,61 detik.

    Pada nomor tersebut, Jamaika juga menyapu bersih medali 100m putri setelah dua sprinter lainnya, yakni Fraser-Pryce dan Shericka Jackson masing-masing finis posisi kedua dan ketiga.

    Fraser-Pryce mencatatkan waktu 10,74 detik, sedangkan Jackson 10,76 detik.

    Thompson-Herah masih akan tampil pada satu nomor lainnya di Olimpiade Tokyo, yakni lari estafet 4x100m putri yang dijadwalkan pada Kamis, 5 Agustus 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.