Tabriz Belum Tersaingi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Candidasa: Tabriz Petrochemical kembali menjadi tim yang tak terkalahkan di ajang Speedy Tour d'Indonesia 2008, Rabu (3/12). Ghader Mizbani Iranagh finis terdepan pada etape kesepuluh yang menyusuri Banyuwangi sampai Candidasa, Bali, itu. Pembalap Iran ini mampu menjuarai etape sejauh 163 kilometer itu dengan catatan waktu 4 jam 17 menit dan 55 detik. 

    Dengan demikian, Ghader semakin mempertahankan posisinya di puncak klasifikasi umum individu sekaligus baju kaus kuningnya. "Memang itulah yang terpenting, terus mempertahankan yellow jersey sampai etape paling terakhir nanti," katanya.

    Menyusul di urutan kedua, raja tanjakan Indonesia, Tonton Susanto yang mengusung tim Dodol Picnic Garut, dengan selisih waktu 6 detik di belakang Ghader. Sedangkan, juara etape sembilan dari tim Nasional Jepang, Masakazu Ito, finis di urutan tiga. Bagi Tonton, hasil yang ditorehkannya kali ini memang sangat disayangkan. 

    Pembalap asli Subang itu sebenarnya mampu memimpin pada saat garis finis sesi tanjakan di daerah Kintamani telah terlewati. "Namun saya kehabisan tenaga pada saat mendekati finis, dan saya lihat Ghader begitu segar saat itu," katanya. 

    Memang, pada sesi tanjakan kali ini, yang menawarkan ketinggian tertinggi sekitar 1600 meter di atas permukaan laut itu, Tonton mampu menjadi yang pertama tiba di puncak. Dia pun langsung melesat ke peringkat tiga klasifikasi raja tanjakan. Padahal, sebelumnya, Tonton hanya bertengger di peringkat enam. "Saya bersama dengan tim memang terus berusaha menarik ke depan, dan saya cukup bersemangat setelah terus memimpin dan merebut poin tanjakan," katanya. 

    Meski demikian, Tonton tetap bersikap realistis bahwa dirinya tidak mungkin lagi merebut Polka Dot Jersey. "Memang sangat sulit untuk mengejar di klasifikasi umum," katanya. Memang, pada klasifikasi umum raja tanjakan, pembalap Iran Amir Zargari telah memimpin di puncak klasifikasi dengan perolehan poin 28 poin. 

    Sementara itu, di nomor sprint, pembalap dari tim Bintang Kranggan, Nugroho Susanto, cukup mengancam posisi Anuar Manan sebagai pemegang Green Jersey. Pasalnya, pada perebutan sprint kali ini Nugroho mampu mengumpulkan tambahan poin setelah menjadi yang paling cepat. Kini, Nugroho hanya terpaut 6 poin di bawah Anuar Manan - pembalap tim nasional Malaysia itunya. Bagi Manan, balapan kali ini memang sangat melelahkan. "Jaraknya memang cukup jauh dan tanjakannya cukup berat, saya sudah cukup senang bisa mencapai finis kali ini," katanya.

    Memang etape sepuluh merupakan rute terpanjang yang harus dilalui para peserta pembalap yang kini telah berjumlah 64 peserta. Mereka sempat menyeberang Selat Bali dari Banyuwangi menuju Gilimanuk. Setibanya di pelabuhan Gilimanuk, para pembalap tidak langsung memulai lomba. Mereka diantarkan dengan bis menuju ke garis 0 kilometer. Ketua panitia pelaksana Sofian Ruzian menegaskan bahwa hal itu dilakukan agar jarak lomba bisa diperpendek sesuai yang telah diberitahukan pada peserta sebelumnya. 

    EZTHER LASTANIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.