Richard Mainaky Pensiun dari PBSI, Keluarga dan Bisnis Rumah Makan Menanti

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih ganda campuran Richard Mainaky berpose disela-sela latihan untuk Piala Sudirman 2017 di Carrara Sport and Leisure Centre, Queensland, Australia, Minggu 21 Mei 2017. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pelatih ganda campuran Richard Mainaky berpose disela-sela latihan untuk Piala Sudirman 2017 di Carrara Sport and Leisure Centre, Queensland, Australia, Minggu 21 Mei 2017. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta -Richard Mainaky resmi mengundurkan diri sebagai pelatih di nomor ganda campuran pelatnas PBSI. Ia punya alasan khusus ketika memutuskan untuk mengakhiri kiprahnya selama 26 tahun di dunia kepelatihan bulu tangkis Indonesia.

    “Sekarang, waktunya saya bersama keluarga setelah selama ini mereka selalu berkorban untuk saya," ucap Richard saat dihubungi Tempo, Senin, 6 September 2021. Rencana pensiun sudah menjadi niat Richard setelah gelaran Olimpiade Tokyo pada 2020. Karena pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan Olimpiade mundur setahun, Richard menunda keputusannya.

    Selama menjadi pelatih, waktunya lebih banyak dihabiskan di Cipayung. Ia bekerja dari pukul 06.00-18.00. Tak jarang bablas hingga pukul 19.00. Sisa waktunya dihabiskan di rumahnya di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Sebab itulah, laki-laki kelahiran Ternate, 23 Januari 1965 ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di masa pensiunnya.

    Setelah tak lagi melatih di Cipayung, Richard akan tinggal di Manado, Sulawesi Utara. Beberapa pekan terakhir, Richard, bersama istrinya, Mieke Paruntu, dan anak mereka, Maria Natalia Mainaky sudah bersiap untuk pindah.

    “Keluarga ingin tinggal di Manado. Sekarang, saatnya saya mengikuti keinginan mereka karena keluarga menjadi salah satu kunci sukses saya,” kata pelatih yang berhasil mengantarkan Liliyana Natsir / Tontowi Ahmad meraih medali emas Olimpiade 2016 di Rio de Jainero. 

    Pelatih Richard Mainaky memprotes keputusan Wasit pada Kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 di Istora Senayan, Jakarta, 2 Juni 2016. Keputusan wasit tersebut dianggap merugikan tim pasangan ganda campuran Indonesia yang berujung kekalahan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Richard juga telah membuka usaha rumah makan di Manado. Bisnis ini telah dimulainya sejak tahun 2020.  “Saat pulang ke Manado, pandemi membuat kami tinggal di sana empat bulan karena tak bisa kembali ke Jakarta. Tanah yang saya punya akhirnya dimanfaatkan untuk membuka restoran. Bisnisnya sudah berjalan lumayan bagus,” ucap Richard.

    Richard mengawali karier sebagai pelatih pada 1995 ketika menjadi asisten pelatih bagi Imelda Wigoena, pelatih kepala ganda putri dan campuran. Ketika itu, nomor ganda campuran belum menjadi perhatian PBSI. Pemain untuk nomor ganda campuran kebanyakan diambil dari kombinasi di nomor ganda putra dan putri.

    Bersama Richard Mainaky, sektor ganda campuran menjadi kekuatan baru Indonesia. Ia berhasil melahirkan pasangan yang menorehkan banyak prestasi seperti Tri Kusharjanto / Minarti Timur, Nova Widianto / Liliyana Natsir, Flandy Limpele / Vita Marissa, Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir, Praveen Jordan / Debby Susanto, dan Praveen Jordan / Melatih Daeva Oktavianti.

    Baca juga : Richard Mainaky Resmi Mundur dari PBSI dan Pelatnas Bulu Tangkis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.