IOC Bantu 100 Anggota Komunitas Olimpiade Tinggalkan Afghanistan

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden IOC Thomas Bach. (Greg Martin/IOC/Handout via REUTERS)

    Presiden IOC Thomas Bach. (Greg Martin/IOC/Handout via REUTERS)

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengatakan bahwa pihaknya telah membantu sekitar 100 anggota komunitas Olimpiade keluar dari Afghanistan. Mereka akan keluar dari Afghanistan dengan visa kemanusiaan.

    Menurut Bach, upaya penyelamatan, yang dilakukan setelah Taliban berkuasa, akan berlanjut. "Semua atlet yang mengikuti Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 berada di luar negeri. Dua atlet olahraga musim dingin juga berada di luar negeri dan melanjutkan latihan, berharap lolos ke Beijing untuk Olimpiade Musim Dingin," kata Bach dikutip Reuters, Kamis, 9 September 2021.

    Ia menambahkan, "Selain itu, sejumlah besar anggota Komunitas Olimpiade di Afghanistan menerima visa kemanusiaan, dan mereka dapat meninggalkan negara itu."

    Bach menyebutkan terdapat sekitar 100 orang yang telah dibantu untuk meninggalkan Afghanistan pada fase pertama. Dia pun mengatakan, dalam beberapa kasus, badan olahraga telah meminta pemerintah mereka untuk menambahkan daftar nama yang dapat mereka bantu untuk pergi meninggalkan Afghanistan"Kami sangat berterima kasih atas solidaritas yang kuat di Komunitas Olimpiade ini," ungkap Bach.

    Bach menyatakan IOC akan terus berusaha membantu orang-orang yang bergerak di bidang olahraga untuk menerima visa kemanusiaan. Menurut dia, ada fokus khusus pada perempuan dan mereka yang mungkin paling berisiko. "Tetapi tentu saja tanpa mengabaikan siapa pun yang mungkin berisiko karena situasi politik."

    Adapun Direktur Solidaritas Olimpiade IOC James Macleod menuturkan upaya organisasi tersebut telah melibatkan banyak badan lainnya. "Operasi itu didasarkan pada kerja sama dengan mitra Olimpiade, dengan cara apa pun yang memungkinkan, bekerja dengan NOC (Komite Olimpiade Nasional), federasi internasional, LSM, anggota IOC," tutur Macleod.

    Mereka yang telah meninggalkan Afghanistan, sambung dia, juga termasuk anggota keluarga. Ia juga menambahkan bahwa upaya untuk membantu atlet dengan visa kemanusiaan itu akan terus berlanjut. 

    Baca juga : Maria Sakkari Hadapi Emma Raducanu di Semifinal US Open


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.