Jadwal Timnas U-18: Shin Tae-yong Buat 3 Laga Internal di Pemusatan Latihan

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain tim nasional (timnas) Indonesia melakukan pemanasan saat menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2021. Latihan tersebut dipimpin oleh asisten pelatih Nova Arianto karena sang pelatih, Shin Tae-yong baru akan tiba di Jakarta pada 2 Mei 2021. ANTARA/Galih Pradipta

    Pemain tim nasional (timnas) Indonesia melakukan pemanasan saat menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2021. Latihan tersebut dipimpin oleh asisten pelatih Nova Arianto karena sang pelatih, Shin Tae-yong baru akan tiba di Jakarta pada 2 Mei 2021. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menyiapkan tiga laga internal dalam pemusatan latihan tahap ketiga timnas U-18 di Jakarta. Laga internal itu menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia U-20 2023, pada 13-18 September 2021.

    Ada beberapa aspek yang akan dipantau juru taktik asal Korea Selatan tersebut Beberapa di antaranya adalah teknik, fisik dan mental para pemain. "Saya ingin mengetahui dan melihat kemampuan para pemain," ujar Shin, dikutip dari situ PSSI di Jakarta, Selasa, 14 September 2021.

    Mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu meneruskan, "Mereka tidak boleh gampang menyerah. Saya akan melihat kemauan tinggi mereka seperti apa karena kami mempersiapkan tim untuk bermain di Piala Dunia, bukan liga."

    Shin Tae-yong pun meminta pemain untuk mengatur asupan makanan, nutrisi demi memperkuat tubuh mereka. Pemusatan latihan tahap ketiga timnas U-18 diikuti 36 pemain. Sebelumnya PSSI sudah melangsungkan TC tahap pertama pada 29 Agustus-3 September 2021 dengan 36 pemain dan tahap kedua pada 6-10 September 2021.

    Para pemain yang terlibat dalam TC ketiga tersebut siap menunjukkan kemampuan terbaiknya. Salah satu dari pemain itu, Wahyu Agung Drajat Mulyono sepakat dengan Shin soal kekuatan mental. "Saya ingin belajar untuk selalu semangat dan jangan cepat menyerah," kata Wahyu Agung, pemain yang pernah mengikuti program Garuda Select.

    Berikut 36 pemain yang mengikuti TC tahap ketiga timnas U-18:

    Kiper
    1. Lalu Muhammad Rizki (Akademi Asifa)
    2. Bagas Pratama (PPOP DKI)
    3. Garda Noriesca Antasena (Bhayangkara FC)
    4. I Gede Aditya Juli Antara (Persis Solo)
    5. Adre Arido (Bina Taruna)

    Belakang
    6. Ibnu Mubarak
    7. Roki (SKO Ragunan)
    8. Genta Jaya Pramana (Vamos)
    9. Muhammad Adril (Asprov Sulawesi Tengah)
    10. Bintang Arrahim (Taruna Mandiri)
    11. Ferre Murrari (Bhayangkara FC)
    12. Muhammad Farhan Ibrahim (Arema FC)
    13. Fikri Arjidan (PPLP Sumatera Utara)
    14. Muhammad Iksan Lestaluhu (Asprov Maluku)
    15. Richo Han Saputra (Asprov Lampung)
    16. Dzar Ghipari Makalalag (Asprov Sulawesi Utara)
    17. M Khakim Al Mukhasibi (Bhayangkara FC)

    Tengah
    18. Muhammad Rival (SKO Sumatera Barat)
    19. M Yasir Abdul Majid (Asprov Jawa Barat)
    20. Sakti Ari Seva (Asprov Kalimantan Timur)
    21. Heriansyah Yan (Asprov Sulawesi Selatan)
    22. Sandika Pratama (Asprov Riau)
    23. Ilham Marajabessy (Asprov Maluku Utara)
    24. Hugo Samir (Bhayangkara FC)
    25. Indra Arya (Persijap Jepara)
    26. Reihan Addar Quthni (Persija Jakarta)
    27. Mendosa Risqi (Asprov Kalimantan Timur)
    28. M Alessandro (Asprov Sumatera Utara)
    29. Ridwan Ansori (Persib Bandung)
    30. Faris Fadilla Lubis (Vamos)
    31. Abdul Aziz (Persis Solo)

    Depan
    32. Muhammad Faiz Maulana (Bina Taruna)
    33. Hokky Caraka Bintang (PSS Sleman)
    34. Wahyu Agung Drajat Mulyono (Persis Solo)
    35. Marcelino Timotius Sianturi (Asprov Sulawesi Utara)
    36. Ricky Pratama (PSM Makassar).

    Baca juga : Timnas U-18 Mulai Latihan untuk Persiapan Piala Dunia U-20, Ini 36 Pemainnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.