Piala Davis: Indonesia Hanya Diperkuat 2 Pemain Saat Lawan Barbados

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Indonesia Ari Fahresi. Antara/Puspa Perwitasari

    Petenis Indonesia Ari Fahresi. Antara/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, JakartaIndonesia hanya diperkuat dua petenis saat bertandang ke Barbados untuk melakoni pertandingan Grup II Piala Davis 2021. Ari Fahresi batal bertolak ke negara tersebut karena persoalan visa Amerika Serikat , Rabu.

    Harapan petenis yang lahir pada 2 Agustus 2002 itu untuk menyusul Justin Barki dan Gunawan Trismuwantara pupus lantaran proses administrasi visa yang belum selesai.

    Dengan begitu, Merah Putih pun harus berjuang dengan dua petenis serta sang kapten Febi Widhiyanto dalam laga melawan Barbados di National Tennis Centre, Brigdetown, Barbados, 17-18 September.

    Mereka telah tiba di negara Kepulauan Karibia itu. Febi bersama Gunawan pun langsung menjajal arena pertandingan pada Selasa siang waktu setempat. "Lambat lapangannya dan cuacanya panas," kata Febi Widhiyanto.

    Sementara itu, kata Febi, pada waktu bersamaan satu pemain lagi yakni Justin Barki yang datang langsung dari Amerika Serikat masih menjalani karantina dan diharapkan dapat bergabung pada hari selanjutnya.

    Pertandingan Indonesia melawan Barbados menjadi pertemuan pertama di Davis Cup.

    Laga Piala Davis Grup Dunia Il berlangsung dalam dua hari, menyajikan lima pertandingan. Dua partai tunggal menjadi agenda hari pertama.

    Selanjutnya satu partai ganda menjadi pembuka hari kedua, diteruskan dua laga tunggal sebagai penutup.

    Meski hanya menurunkan dua petenis, Febi Widhiyanto tak menjadikannya persoalan. "Mereka bisa main tunggal dan ganda," kata Febi.

    "Kondisinya sama dengan saat mereka melakoni turnamen profesional. Sehari bermain rangkap tunggal dan ganda. Apalagi partai Piala Davis saat ini berformat best of three, tidak sepanjang sebelumnya yang menggunakan best of five," kata Febi menambahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.