Tinju Dunia: Deontay Wilder Ultimatum Tyson Fury Jika Hindari Duel Trilogi

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Penantang kelas berat Deontay Wilder memperingatkan bahwa Tyson Fury akan menghadapi konsekuensi berat jika mundur dari pertarungan trilogi mereka yang akan datang. Wilder dan Fury semula dijadwalkan bertanding pada Juli lalu. Namun, rencana itu batal karena Fury dinyatakan positif Covid-19.

    Jadwal tinju keduanya pun diundur hingga 9 Oktober 2021 di T-Mobile Arena di Las Vegas. Jika Fury mundur untuk kali kedua, Wilder berharap bisa menerima uang pengganti dan sabuk WBC miliknya.

    "Jika tidak muncul, dia harus menanggung konsekuensinya, hukuman telah ditetapkan. Jika dia tidak bertarung, maka bayar saya apa yang seharusnya Anda bayarkan kepada saya. Kemudian Anda harus menyerahkan sabuk itu juga," kata Wilder kepada 78SportsTV dikutip dari Boxing Scene.

    Kedua petinju kelas berat itu sempat bertemu pada Februari 2020. Saat itu, Fury menghentikan Wilder dalam beberapa ronde untuk merebut gelar WBC. Tahun lalu, Fury menyatakan bahwa klausul pertandingan ulang melawan Wilder telah berakhir.

    Wilder membawa masalah kontrak itu ke pengadilan. Hasilnya, seorang hakim arbiter memerintahkan Fury untuk menghormati klausul pertandingan ulang. “Jadi ini adalah situasi menguntungkan bagi saya, ini adalah situasi merugikan baginya. Itulah hal hebatnya, pepatah selalu mengatakan bahwa sejarah berulang," kata petinju berjuluk The Bronze Bomber.

    Ia meneruskan, “Kami tahu tindakannya selalu sama, dia melakukan ini berkali-kali di mana dia mencoba untuk keluar dari perkelahian. Dia memiliki cara untuk melarikan diri. Tetapi, pada saat ini dia tidak memiliki pilihan. Dia harus bertahan atau tutup mulut, bertarung atau pensiun. Jelas, ini adalah situasi yang saling menguntungkan bagi saya."

    "Kami harus pergi ke pengadilan melalui arbitrase hanya untuk mendapatkan pertarungan ini. Mereka selalu berbicara tentang betapa mudahnya pertarungan itu, tetapi mereka tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jika semudah itu, kami tidak akan melalui ini. Mereka mencoba menghindariku, tapi tidak apa-apa, itu meningkatkan kepercayaan diriku lebih banyak lagi," ujar Deontay Wilder.

    Baca juga : Tinju Dunia: Promotor Tyson Fury Sebut Deontay Wilder Sudah Terlalu Tua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.