2 Berita Tenis Dunia: Kabar Ashleigh Barty dan Emma Raducanu Jelang WTA Finals

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty disingkirkan petenis Spanyol Sara Sorribes di babak pertama Olimpiade Tokyo, 25 Juli 2021. REUTERS/Edgar Su

    Petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty disingkirkan petenis Spanyol Sara Sorribes di babak pertama Olimpiade Tokyo, 25 Juli 2021. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty kemungkinan tidak dapat mempertahankan gelarnya pada akhir musim WTA Finals di Meksiko. Sang pelatih, Craig Tyzzer, mengungkapkan bahwa situasi pertandingan yang konyol membuat Barty bisa gagal mempertahankan gelar dalam turnamen yang akan dimulai pada 8 November 2021.

    Gelar WTA Finals, yang diperebutkan oleh delapan pemain tunggal teratas dunia dan delapan tim ganda, dipindahkan dari Shenzhen ke Guadalajara karena pandemi Covid-19. Menurut Tyzzer, keikutsertaan di WTA Finals bisa membahayakan persiapan Australia Open 2022. Jika bermain di Meksiko, dia harus menjalani karantina selama dua pekan sekembalinya ke Australia.

    "Kami baru mengetahuinya di Meksiko pada ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan mereka menggunakan bola tanpa tekanan. Bola tanpa tekanan benar-benar terbang. Ini adalah bola yang, jika Anda menggunakannya dalam kondisi normal, tidak akan memantul," kata Tyzzer, dikutip dari Reuters, Rabu, 16 September 2021.

    Ia melanjutkan, "Ini bukan cara terbaik untuk petenis putri terbaik di dunia untuk memainkan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Dalam kondisi yang belum pernah mereka mainkan, di negara yang tidak seharusnya mempertandingkan tenis, dan di ketinggian, saya hanya merasa itu konyol. Sebagai tontonan, itu tentu menakutkan."

    Adapun Asleigh Barty tersingkir pada putaran ketiga US Open 2021. Menurut Tyzzer, anak asuhnya mengalami kelelahan secara fisik dan mental. "Indian Wells (Oktober mendatang) masih dalam rencana tapi dia butuh istirahat, jadi saya menyuruhnya pergi dan berlibur."

    "Tentu saja tidak mudah bagi kami untuk sampai ke sana dan bermain di Meksiko dan kemudian kembali dan harus menjalani dua pekan karantina dan kemudian musim panas Anda juga hancur. Ini adalah keputusan yang harus kita dudukan dan dipertimbangkan," kata Tyzzer menambahkan.

    Sebelum menjuarai US Open 2021, Emma Raducanu berhasil mendapat sederet prestasi. Ia pernah memenangi tiga gelar Federasi Tenis Internasional. Emma juga sukses mencapai final acara WTA 125K di Chicago pada Agustus 2021. Robert Deutsch-USA TODAY Sports

    Emma Raducanu Ingin Tingkatkan Level Permainan
    Juara US Open Emma Raducanu ingin meningkatkan kemampuan tenisnya dan berencana untuk melanjutkan kompetisi tahun ini setelah kesuksesannya yang menakjubkan di Flushing Meadows, New York.

    "Saya memiliki beberapa hari istirahat dan pemulihan, saya pikir diperlukan setelah tujuh pekan terakhir. Tapi kemudian saya langsung kembali berlatih dan haus untuk menjadi lebih baik dan kembali bermain di beberapa turnamen lagi," kata Raducanu, dikutip dari AFP, Rabu.

    Petenis Inggris berusia 18 tahun itu menjadi petenis kualifikasi pertama dalam sejarah yang memenangi Grand Slam. Rekor itu dibuat ketika mengalahkan petenis Kanada berusia 19 tahun Leylah Fernandez 6-4, 6-3 di Arthur Ashe Stadium, Ahad lalu.

    Raducanu menjadi juara Grand Slam pertama Inggris di sektor tunggal putri sejak Virginia Wade pada 1977 dan tidak kehilangan satu set pun selama perjalanannya meraih gelar tersebut di New York. Ia juga sempat membuat kejutan ketika menembus putaran keempat tenis Wimbledon.

    Emma Raducanu kemungkinan menerima wild card turnamen bergengsi WTA Tour, Indian Wells Masters, di California, Oktober mendatang. Kemenangannya yang menakjubkan di New York telah membawa ketenaran. Dia mendapat pujian dari Ratu Elizabeth II, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan muncul di acara bertabur bintang papan atas dunia, Met Gala, New York, Selasa.

    Baca juga : Sederet Fakta Menarik Emma Raducanu, Remaja Inggris Juara US Open 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.