Menakar Peluang Tim Bulu Tangkis Indonesia Merebut Piala Sudirman 2021

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, dan Muhammad Rian Ardianto menjalani latihan hari kedua di Impact Arena Bangkok, Kamis, jelang pelaksanaan kejuaraan berkelas BWF 1000 Thailand Open 2021 pekan depan. (Antara/PP PBSI)

    Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, dan Muhammad Rian Ardianto menjalani latihan hari kedua di Impact Arena Bangkok, Kamis, jelang pelaksanaan kejuaraan berkelas BWF 1000 Thailand Open 2021 pekan depan. (Antara/PP PBSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Peluang Indonesia untuk membawa pulang Piala Sudirman dianggap cukup terbuka setelah sejumlah rival tidak menurunkan skuad terbaiknya pada turnamen yang akan dimulai pada 26 September 2021 di Finlandia itu. Pada edisi kali ini, skuad Merah Putih menurunkan para pemain berpengalaman untuk mengembalikan trofi itu ke Tanah Air.

    Indonesia terakhir kali menjuarai turnamen beregu campuran tersebut pada 1989. Gelar itu merupakan gelar satu-satunya sepanjang keikusertaannya dalam kejuaraan bulu tangkis beregu campuran paling bergengsi itu.

    China menjadi tim paling sukses dengan 11 gelar juara di Piala Sudirman. Pada tahu ini, meski menjadi unggulan pertama, China akan tampil tanpa sejumlah para pemain andalannya. Di nomor tunggal putra, tidak ada nama Chen Long yang merupakan pemain peringkat enam dunia. Perannya akan digantikan oleh pemain peringkat ke-10 Shi Yu Qi.

    Di sektor ganda campuran, pasangan nomor satu dunia, Zheng Siwei / Huang Yaqiong tidak masuk dalam daftar susunan pemain. China akan mengandalkan Wang Yi Lyu / Huang Dong Ping yang merupakan pasangan nomor dua dunia sekaligus peraih emas Olimpiade Tokyo 2020. Di nomor ini, Indonesia akan mengandalkan Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti dan Rinov Rivaldy / Pitha Haningtyas Mentari.

    China juga tidak akan diperkuat ganda putra terbaiknya, Li Jun Hui / Liu Yu Chen. Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan atau Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo bakal menghadapi pemain pelapis Liu Cheng / Feng Yan Zhe dan He Ji Ting / Tan Qiang.

    Rival lainnya, Jepang, juga tidak diperkuat tiga pemain andalannya di sektor ganda putra yang telah memutuskan keluar dari timnas dan pensiun, yakni Takeshi Kamura / Keigo Sonoda serta Hiroyuki Endo. Komposisi yang compang-camping membuat peluang Indonesia meraih poin di nomor ganda putra semakin terbuka.

    Selain itu, Jepang juga tidak akan menurunkan ganda putri nomor satu dunia Yuki Fukushima / Sayaka Hirota, yang masih belum pulih dari cedera lutut. Dengan absennya pasangan juara dunia tersebut, langkah Greysia Polii / Apriyani Rahayu, yang memikul tanggung jawab di ganda putri, diperkirakan bisa lebih mudah untuk merebut poin. Jepang menempatkan Mayu Matsumoto / Wakana Nagahara sebagai andalan di ganda putri.

    Peluang Merah Putih untuk merebut gelar juara juga makin terbuka menyusul absennya ganda putra Taiwan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, Lee Yang / Wang Chi-Lin. Lee/Wang merupakan pasangan yang sulit dikalahkan sejak penampilan mereka di turnamen Leg Asia di Bangkok, Thailand, Januari lalu.

    Pasangan nomor satu dunia Kevin / Marcus bahkan harus takluk kepada Lee / Wang dalam fase penyisihan Grup A Olimpiade Tokyo. Demikian pula dengan ganda putra nomor dua dunia Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan yang selalu kalah dalam pertemuan mereka di sepanjang turnamen tahun ini. Terakhir, Ahsan / Hendra kalah di laga semifinal Olimpiade Tokyo atas wakil Taiwan tersebut.

    Selain itu, Taiwan juga tidak mengirimkan pemain nomor satu dunia tunggal putri, Tai Tzu Ying. Meski begitu, masih ada tunggal putra nomor empat dunia Chou Tien Chen yang bakal menjadi tantangan bagi wakil Indonesia.

    “Peluang kita lebih besar. Tapi kita tidak boleh anggap remeh lawan, jangan tidak anggap penting. Siapa pun lawannya, kami keluarkan permainan terbaik untuk menguntungkan tim,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Rionny Mainaky.

    Berikutnya kehadiran pemain muda...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.