Prestasi Atlet di PON Papua Jadi Acuan Promosi dan Degradasi Pelatnas Renang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Renang. (Antara)

    Ilustrasi Renang. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Harlin Erlianto Rahardjo mengatakan Pekan Olahraga Nasional XX atau PON Papua bakal menjadi acuan untuk promosi dan degradasi atlet di pemusatan latihan nasional (pelatnas).

    Harlin memandang PON Papua sebagai kesempatan langka para atlet untuk membuktikan kemampuan mereka setelah sekitar dua tahun tak ada kompetisi resmi yang bergulir karena pandemi COVID-19.

    "Sejak awal pandemi, pertandingan resmi yang skalanya besar itu baru Olimpiade Tokyo. Itu pun hanya diikuti dua perenang Indonesia," kata Harlin, Minggu.

    "Sedangkan PON Papua, perenang level atas dan yang terbaik di Indonesia ikut semua. Jadi, ini kesempatan untuk mereka membuktikan diri dan harusnya menjadi ajang yang ditunggu-tunggu," tambahnya. 

    Selain itu, sambung dia, PON Papua juga menjadi update bagi PRSI untuk mengumpulkan database prestasi dari perenang-perenang di seluruh Indonesia. Sehingga dapat dijadikan sebagai acuan utama PRSI untuk promosi dan degradasi atlet pelatnas untuk SEA Games dan Asian Games tahun depan.

    "Sekarang pelatnas sudah jalan. Tetapi nanti akan ada evaluasi dan review ulang setelah PON Papua. Jika memang ada atlet yang lebih baik, akan terjadi proses promosi dan degradasi," ujar Harlin.

    Dengan begitu, menurut dia, atlet yang sudah berada di pelatnas juga terpacu untuk konsisten memberikan yang terbaik.

    Sementara untuk atlet non-pelatnas, mereka akan berjuang lebih keras agar bisa menggeser dan masuk dalam skuad Merah Putih. 

    "Kami berharap kompetisinya ketat. Jadi, buat atlet pelatnas merasa tak aman karena mereka ada ancaman dari bawah. Sementara atlet di luar pelatnas, ada kesempatan untuk masuk dan ikut SEA Games dan Asian Games 2022," tutur Harlin.

    Dalam kesempatan ini, Harlin juga menyampaikan keyakinannya akan lahir sejumlah atlet potensial pada PON Papua nanti.

    "Ada, dan banyak perenang junior pasti akan muncul di PON. Indonesia ini luas, pasti akan ada kejutan-kejutan yang terjadi. Jadi, atlet pelatnas yang turun di PON pun jangan menganggap enteng perenang non-pelatnas," ungkap Harlin.

    Selain PON Papua, Harlin juga mengungkapkan PRSI berencana untuk menggelar sebuah kejuaraan nasional renang pada Desember 2021 atau awal tahun 2022. Akan tetapi, semua itu tergantung dari situasi dan kondisi pandemi COVID-19.

    Ia mengungkapkan hal itu dilakukan untuk mengakomodir atlet-atlet junior yang belum bisa tampil di PON Papua.

    "Kami akan mencari atlet potensial menjelang SEA Games yang ditunda hingga tahun depan," kata Harlin.

    "Jika memungkinkan, kami akan buat satu kejuaraan untuk menampung atlet junior yang belum ikut PON Papua. Dengan begitu, kami mungkin akan mendapatkan atlet yang sudah memenuhi kapasitasnya menjadi tim nasional," kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.