Iran Juara Bertahan Asian Volleyball Championship 2021, Ini Sejarah AVC

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bola voli Proliga. (Antara)

    Ilustrasi bola voli Proliga. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta- Setelah kalah 3-2 melawan Jepang pada Tokyo Olympics 2020, Iran menunjukkan taringnya di Asian Volleyball Championship yang dilaksanakan di Chiba, Jepang, Ahad 19 September 2021. Iran menang atas Jepang dengan skor 3-0, ini merupakan gelar juara kedua beruntun bagi Iran setelah mendapatkan hasil yang sama pada 2019. 

    Asian Volleyball Championship adalah kompetisi bola voli internasional di Asia dan Oseania yang diikuti oleh tim nasional anggota Asian Volleyball Confederation (AVC). Inilah sejarah singkat bola voli dan asal mula terbentuknya Asian Volleyball Confederation.

    Pada tahun 1895, William G. Morgan, seorang instruktur di Young Men's Christian Association (YMCA) di Holyoke, Mass., memutuskan untuk memadukan unsur-unsur bola basket, baseball, tenis, dan bola tangan untuk membuat permainan untuk kelas pengusahanya yang akan menuntut lebih sedikit kontak fisik daripada bola basket. Dia menciptakan permainan bola voli (pada waktu itu disebut mintonette).

    Morgan meminjam jaring dari tenis, dan mengangkatnya 6 kaki 6 inci di atas lantai, tepat di atas kepala rata-rata pria. Selama permainan demonstrasi, seseorang mengatakan kepada Morgan bahwa para pemain tampak seperti melempar bola ke depan dan ke belakang melewati net, dan mungkin "bola voli" akan menjadi nama yang lebih deskriptif untuk olahraga ini.

    Pada 7 Juli 1896 di Springfield College permainan pertama "bola voli" dimainkan. Pada tahun 1895, permainan ditemukan di AS oleh William G. Morgan. Pada tahun 1897, Peraturan Bola Voli pertama diterbitkan oleh Morgan.

    Pada tahun 1900, bola khusus didesain untuk digunakan dalam permainan olahraga. Lalu lima tahun kemudian pada 1905, permainan bola voli diperkenalkan di sekolah-sekolah di China. Tiga tahun kemudian yaitu tahun 1908, permainan bola voli baru diperkenalkan di Jepang. Sedangkan Filipina mengenal bola voli pada tahun 1910, yaitu 5 tahun setelah Cina.

    Pada 1913, permainan bola voli internasional pertama diadakan di Far East Games. Permainan dengan gaya offensive seperti memberikan bola pada lintasan yang tinggi untuk dipukul oleh pemain lain diperkenalkan di Filipina pada tahun 1916.

    Peraturan permainan bola voli berganti pada tahun 1917, yaitu di mana point berubah dari 15 menjadi 21 point. Tiga pukulan per sisi dan serangan barisan belakang dilembagakan pada tahun 1920.

    Pada tahun 1952, AVC dibentuk dan diketuai oleh Nishikawa dari Jepang. 12 tahun kemudian, permainan bola voli dimainkan di Olympics yang diadakan di Tokyo, Jepang. Di tahun itu juga tim bola voli wanita AVC asal Jepang memenangkan medali emas pertama.

    Mengejar kesuksesan tim voli wanita, tim voli pria asal Jepang juga memenangkan medali emas kedua di Olympics 1972. Pada tahun 1976, tim voli wanita asal Jepang memenangkan edali emas ketiga di Olympics Montreal. 

    Sekitar 28 tahun yang lalu, AVC mendirikan struktur Zonal pertama di dunia. Pada tahun 1999, AVC Cup tim bola voli pria dan wanita dimainkan. Namun pada 2014, markas AVC pindah ke Bangkok, Thailand. Saat ini Asian Volleyball Confederation diketuai Rita Subowo dari Indonesia yang dipilih pada 2020.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Mintonete Asal Mula Permainan Bola Voli, Ini Standar Ukuran Lapangan Bola Voli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.