Formula 1 GP Rusia: Charles Leclerc Start dari Posisi Paling Belakang

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Charles Leclerc dari Ferrari dan Valtteri Bottas dari Mercedes dalam persaingan di Formula 1 Spanyol, Ahad, 9 Mei 2021. Doc. Formula 1.

    Charles Leclerc dari Ferrari dan Valtteri Bottas dari Mercedes dalam persaingan di Formula 1 Spanyol, Ahad, 9 Mei 2021. Doc. Formula 1.

    TEMPO.CO, JakartaPembalap Ferrari Charles Leclerc akan memulai seri Formula 1 Grand Prix Rusia dari posisi paling belakang menyusul pergantian power unit. Tim Ferrari mengatakan bahwa mereka akan membawa sistem hybrid yang diperbarui di Sochi sebagai uji coba untuk proyek mobil 2022 mereka.

    "Upaya yang sangat besar telah dilakukan untuk ini, baik secara teknis maupun logistik, dan segera setelah kami dapat menggunakannya, pengenalannya akan mengejutkan para pebalap," kata Ferrari dikutip Reuters, Rabu, 23 September 2021.

    "Charles akan menjadi yang pertama menguji sistem hybrid baru itu. Keputusan ini merupakan tindakan pencegahan yang berkaitan dengan potensi risiko penggunaan baterai yang rusak dalam kecelakaan GP Hungaria."

    Tim Ferrari meneruskan, "Di Sochi, Leclerc akan mendapatkan power unit baru dan oleh karena itu akan start dari posisi paling belakang di grid." Ferrari mengatakan keputusan terhadap mobil Carlos Sainz akan dibuat menyusul evaluasi dari tingkat kompetitif dan dampak dari penalti tersebut.

    Tim Italia itu sedang bertarung dengan McLaren dalam perebutan peringkat tiga konstruktor F1 musim ini. McLaren meraih finis 1-2 di Monza setelah Daniel Ricciardo mempersembahkan kemenangan pertama bagi tim itu sejak 2012. Mereka kini 13,5 poin unggul atas Ferrari.

    Baca juga : Formula 1 Rusia Akhir Pekan Ini: Lewis Hamilton Incar Kemenangan Ke-100


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.