Jelang Formula 1 Rusia, Hamilton dan Verstappen Terus Perang Urat Syaraf

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Max Verstappen dan Lewis Hamilton bersaing dalam balapan Formula 1 Belanda. (instagram/@f1)

    Max Verstappen dan Lewis Hamilton bersaing dalam balapan Formula 1 Belanda. (instagram/@f1)

    TEMPO.CO, JakartaJuara dunia Formula 1 tujuh kali, Lewis Hamilton, menyatakan bahwa rivalnya, Max Verstappen, berada di bawah tekanan dalam perebutan gelar juara musim ini. Namun pembalap Red Bull itu disebutnya tidak mau mengakui hal itu.

    Menjelang balapan F1 Rusia akhir pekan ini, Max Verstappen mengantongi keunggulan lima poin dari Hamilton. Namun Verstappen akan memulai Grand Prix Rusia akhir pekan ini dengan penalti mundur tiga posisi grid karena menjadi penyebab kecelakaan kedua pembalap di Monza dua pekan lalu.

    Perseteruan mereka menjadi kisah utama musim ini saat Verstappen dan Red Bull berupaya mengakhiri dominasi tujuh tahun Mercedes dan menumbangkan pembalap tersukses sepanjang masa itu.

    "Saya dalam pertarungan (titel) ke-10 kurang lebih seperti itu, tapi saya ingat bagaimana rasanya yang pertama dan saya tahu itu memberi tekanan," kata Lewis Hamilton seperti dikutip Reuters.

    "Tentunya dia tidak akan mengakuinya dan saya tidak akan mencoba membuat asumsi."

    "Saya hanya mengatakan bahwa saya ingat bagaimana rasanya itu ketika saya menjalani pertarungan pertama saya dan pastinya semakin besar. Itu sulit, intens, saya melewati berbagai macam emosi dan saya tidak selalu bisa mengatasinya dengan baik."

    "Itu yang akan terjadi... banyak ekspektasi pribadi dan tekanan karena keinginan untuk menang itu sangat besar. Saya berempati dan memahami itu."

    Hamilton, yang memenangi titel pertamanya pada 2008 sebagai pembalap 23 tahun berseragam McLaren, berharap ia bisa membalikkan keadaan.

    "Jauh lebih mudah diatasi sekarang ketimbang yang pertama. Saya sudah cukup lama di sini," kata Hamilton.

    Hamilton mengungkapkan tidak ada efek berkepanjangan dari kecelakaan yang terjadi di Monza, di mana mobil Verstappen terangkat dan mendarat di atas mobil Mercedes bernomor 44 dengan ban belakang yang melindas kepala sang pembalap Inggris.

    Hamilton mengatakan dia telah menjalani yoga dan akupuntur dan fisioterapisnya, Angela Cullen telah terbang bersamanya ke Amerika, di mana ia menghadiri peragaan busana Met Gala di New York.

    Sang pembalap berusia 36 tahun mengesampingkan komentar konsultan Red Bull Helmut Marko yang mempertanyakan seberapa besar sakit yang ia rasakan.

    "Saya tidak terlalu mendengarkan apa yang orang-orang bicarakan. Sudah alamiah ketika suatu mobil mendarat di atas kepala Anda maka Anda akan merasakan ketidaknyamanan," kata Hamilton.

    "Saya tidak mengatakan saya sekarat. Sadar bahwa dalam hitungan milidetik apapun bisa terjadi. Saya sangat bersyukur bisa lolos dari itu tanpa cedera dan melupakan itu."

    Hamilton mengatakan ia tidak akan terlalu memikirkan akan kemungkinan kecelakaan lagi.

    "Saya rasa apa yang penting sekarang adalah kami terus membalap dengan keras dan jujur dan saya tidak ragu kami berdua akan berlaku layaknya profesional dan belajar dari masa lalu.

    "Saya tidak pernah berharap seorang pembalap mengalah. Itu bukan pendekatan saya terhadap setiap pembalap. Saya rasa pada akhirnya kami semua harus cerdas dan tahu ada kalanya Anda tidak dapat masuk di suatu tikungan."

    Selanjutnya: Verstappen Menjawab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.