Tinju Dunia: Anthony Joshua Unggul Berat Badan dan Jangkauan vs Oleksandr Usyk

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oleksandr Usyk dan Anthony Joshua. (instagram/@usykaa dan @anthonyjoshua)

    Oleksandr Usyk dan Anthony Joshua. (instagram/@usykaa dan @anthonyjoshua)

    TEMPO.CO, JakartaAnthony Joshua mengatakan dia dalam kondisi terbaik dan berat optimal menjelang duel tinju dunia melawan Oleksandr Usyk di Tottenham Hotspur Stadium, Tottenham, Inggris, Sabtu waktu setempat.

    Petinju asal Negeri Ratu Elizabeth itu memiliki bobot 109 kilogram atau lebih berat 9 kilogram dari Oleksandr Usyk yang bakal hadir dengan bobot terberat sepanjang kariernya.

    Selain berat badan, pemegang gelar juara dunia kelas berat (+90,7 kg) versi WBA Super, IBF, WBO, dan IBO itu juga memiliki keunggulan dari segi postur dan jangkauan.

    Anthony Joshua hadir dengan tinggi 198 sentimeter dan jangkauan 208 sentimeter. Sedangkan Usyk memiliki tinggi 191 sentimeter dan jangkauan sejauh 198 sentimeter.

    Meski demikian, Joshua tak ingin sesumbar. Dia mengatakan akan berusaha tampil maksimal dan mewaspadai setiap gerakan dari sang lawan.

    "Saya merasa baik dengan bobot saat ini. Saya akan bertanding melawan petinju yang lebih pendek dan tentunya dia kuat. Saya mungkin lebih besar, tetapi saya juga memiliki gerakan kaki yang bagus," kata Joshua seperti dilansir dari AFP dari Sky Sports, Jumat.

    Pertandingan antara Joshua versus Usyk diprediksi disaksikan lebih dari 60.000 penggemar tinju di Tottenham Hotspur Stadium.

    Kedua petinju merupakan yang terbaik saat ini. Joshua memegang rekor 24 kemenangan, termasuk 22 hasil knockout (KO) dan satu kali menelan kekalahan.

    Sedangkan Usyk adalah seorang mantan juara tinju dunia kelas penjelajah. Petinju asal Ukraina tak terkalahkan dalam 18 pertandingan itu akan hadir untuk membuktikan diri mampu bersaing di divisi tertinggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.