Seberapa Siap Petugas Kesehatan di Tiap Venue PON Papua?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PON Papua.

    Logo PON Papua.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional  atau PON Papua di Merauke didukung dengan kesiapan para petugas kesehatan di lima venue, yaitu di Gor Hiad Sai (gulat dan wushu), Archelaus Sai (anggar), Swiss belhotel (catur), stadion Katalpal (sepak bola putri), serta sirkuit kebun coklat di Distrik Tanah Miring (bermotor).

    “Tiap venue ada dua dokter dan empat perawat. Mereka mulai menjalankan atau melaksanakan tugas saat pertandingan berlangsung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr Nevil Muskita seperti dikutip dari laman jubi.co.id mitra media Teras.id, Jumat, 24 September 2021.

    Nevil juga mengatakan bahwa terdapat tenaga kesehatan lain yang mem-back up di tempat lain selain venue PON Papua, yaitu di tempat akomodasi seperti hotel atau wisma. Di tempat akomodasi ini, terdapat satu dokter dan empat perawat yang ditempatkan.

    Kesiapan tenaga kesehatan untuk ikut menyukseskan ini tidak lepas dari koordinasi yang dilakukan oleh Subda PON Klaster Merauke. Ketua Harian Subda PON Klaster Merauke, Eleanor Dumatubun, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Merauke agar pihaknya menempatkan tenaga medis dan mobil ambulance di venue PON Papua setiap hari.

    “Untuk mengantisipasi yang sakit atau cedera, jadi bisa langsung ditangani dengan cepat,” kata Eleanor.

    Namun, Nevil mengatakan bahwa tidak semua petugas kesehatan ditempatkan di tempat akomodasi, tetapi berdasarkan pendekatan cabang olahraga yang ditempati para atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

    “Kita keterbatasan tenaga kesehatan, sehingga diatur seperti demikian. Tetapi jelasnya petugas kesehatan akan bekerja ekstra menangani dengan baik setiap atlet maupun official yang sakit,” kata Nevil

    Dilansir dari laman bppsdmk.kemkes.go.id, Merauke memang masih kekurangan SDM. Selain kuantitas yang masih sedikit, kualitas para tenaga kesehatan juga masih kurang.

    Tenaga perawat dan bidan yang ada di Merauke saat ini kualifikasi pendidikannya masih di bawah Diploma III dan belum terdapat Pendidikan S1 untuk perawat dan bidan di Merauke. Selain itu, masih banyak Puskesmas yang belum memiliki tenaga kesehatan sesuai standar dan insentif yang masih rendah.

    NAUFAL RIDHWAN ALY 

    Baca: Nakes Berharap PON Papua Tak Picu Klaster Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.