Kalah dari Usyk, Anthony Joshua Bicara Peluang Duel Lawan Tyson Fury dan Wilder

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anthony Joshua kehilangan gelar juara tinju kelas berat setelah dikalahkan Oleksandr Usyk, 25 September 2021. Reuters/Andrew Couldridge

    Anthony Joshua kehilangan gelar juara tinju kelas berat setelah dikalahkan Oleksandr Usyk, 25 September 2021. Reuters/Andrew Couldridge

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Sabtu, 25 September 2021di Stadion Tottenham Hotspur, Anthony Joshua menderita kekalahan kedua dalam kariernya. Dalam duel tinju dunia kelas berat itu, ia kalah dua belas ronde oleh Oleksandr Usyk.

    Uysk meninggalkan ring dengan gelar kelas berat WBA, WBO, IBF, IBO. Hasil yang tidak terduga dan menjadi kemunduran besar untuk Joshua yang ingin menjadi juara kelas berat yang tak terbantahkan.

    Joshua sebenarnya berharap untuk bisa memenangkan pertarungan melawan Usyk. Dengan kemenangan, ia ingin bergerak maju untuk rencana pertarungan unifikasi divisi penuh melawan pemenang pertarungan gelar WBC antara Tyson Fury dan Deontay Wilder.

    Sebagai gantinya, bintang tinju Inggris itu akan menerapkan klausul pertandingan ulang langsung untuk menghadapi Usyk kedua kalinya. Pertemuan itu kemungkinan akan jatuh pada paruh pertama tahun 2022.

    Anthony Joshua danOleksandr Usyk saat bertarung di Tottenham Hotspur Stadium, London, Ahad dinihari WIB, 26 September 2021. Reuters/Andrew Couldridge

    Jika kalah dalam pertarungan dengan Usyk, Joshua masih berharap untuk menghadapi Fury atau Wilder. Dia mengatakan bawa sabuk itu hanya faktor sekunder untuk melawan petarung terbaik. Joshua percaya penggemar tinju masih sangat tertarik dengan pertarungannya dengan Fury dan Wilder, dengan atau tanpa sabuk gelar juara dunia.

    "Jalan menuju juara tak terbantahkan itu hanya masalah pemasaran. Ketika saya berhenti hari ini, itu hanya mengingatkan saya bahwa ini adalah sirkus besar. Ini adalah pertunjukan terbesar di Bumi. Saya akan melawan Tyson Fury dan Wilder tanpa sabuk," kata dia.

    Anthony Joshua meneruskan, "Sabuk itu menyenangkan, hebat, dan itu adalah legacy, tetapi dengan atau tanpa sabuk, saya akan melawan siapa pun. Jalan menuju juara tinju dunia yang tak terbantahkan adalah gelar yang bagus untuk dimiliki. Hal utama adalah bahwa Anda memiliki dua petarung kompetitif di atas ring dari tanah Inggris yang hanya ingin bertarung satu lawan satu."

    Baca juga : 8 Fakta Menarik Soal Oleksandr Usyk, Juara Baru Tinju Kelas Berat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.