Mantan Atlet Nasional, Yulius Uwe, Jadi Pembawa Api PON Papua di Timika

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemegang rekor nasional Dasalomba Yulius Uwe dengan latar belakang Stadion Atletik Terbuka Mimika Sport Complex, tempat berlangsungnya pertandingan sejumlah nomor atletik PON XX Papua, 2-15 Oktober 2021. ANTARA/Evarianus Supar

    Pemegang rekor nasional Dasalomba Yulius Uwe dengan latar belakang Stadion Atletik Terbuka Mimika Sport Complex, tempat berlangsungnya pertandingan sejumlah nomor atletik PON XX Papua, 2-15 Oktober 2021. ANTARA/Evarianus Supar

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan atlet nasional sekaligus pemegang rekor nasional Dasalomba, Yulius Uwe, menjadi pembawa api PON Papua di Timika, setelah diterbangkan dari Biak, Selasa, 28 September 2021, saat prosesi penyambutan di Pendopo Rumah Negara Timika. Dia akan menyerahkan api tersebut ke Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

    Ketua Bidang Upacara PB PON XX Sub Mimika, Handy K Titaley, mengatakan Yulius Uwe dipilih sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya di bidang olahraga, khususnya cabang atletik.

    Pria kelahiran Kokonao Mimika Barat, 12 Januari 1965 itu meraih medali emas SEA Games 1985 Bangkok, SEA Games 1987 Jakarta dan SEA Games 1993 Singapura pada nomor dasalomba, saat masih menjadi atlet.

    "Beliau merupakan putra Mimika dan telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan olahraga, khususnya atletik," kata Handy yang akrab disapa Andre itu di Timika, Minggu, 26 September 2021.

    Selain Yulius, terdapat tiga atlet nasional yang hingga kini masih aktif, yang akan membawa api PON saat melakukan kirab keliling Kota Timika, Selasa, 28 Oktober. Mereka adalah Maria Natalia Londa, Muhammad Bima Abdi Negara, dan Santia Tri Kusuma.

    Maria Londa merupakan atlet lompat jauh dan lompat jangkit, peraih medali emas Asian Games 2014 serta dua medali emas SEA Games 2015 dan 2017. Sementara, Muhammad Bima adalah peraih medali perunggu SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan Santia adalah mantan atlet balap sepeda peraih medali emas pada PON XV 2000, PON XVI 2004, SEA Games 2001, dan SEA Games 2003.

    Koordinator tim Terbang Api PON, Reza R Mutiara, mengatakan, setelah api PON Papua tiba di Bandara Timika, akan langsung dibawa ke Pendopo Rumah Negara (rumah jabatan Bupati Mimika), di Keluarahan Karang Senang SP3, untuk diserahkan kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

    Setelah itu, akan dilakukan prosesi penyalaan tungku api PON XX. Berikunya, api PON XX akan dikirab keliling Kota Timika dimulai dari Kuala Kencana, melewati Jalan Cenderawasih menuju arena pertandingan PON XX di Kelurahan Timika Jaya SP2, kemudian menuju Jalan Yos Sudarso di depan Gereja Katedral Tiga Raja Timika.

    Rombongan kirab api PON XX selanjutnya akan melintasi Jalan Hasanuddin dan berbelok ke Jalan Budi Utomo dan kembali ke Jalan Yos Sudarso menuju Pasar Lama Timika yang menjadi lokasi pentas seni budaya.

    Api abadi PON XX diambil di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Setelah diterbangkan ke Biak dan selanjutnya ke Timika, api PON XX kemudian diterbangkan ke Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya pada Rabu, dan kemudian diterbangkan lagi ke Merauke sehari kemudian.

    Pada Jumat, 1 Oktober, api PON XX akan diterbangkan lagi ke Jayapura untuk diserahkan ke Wali Kota Jayapura, dan disemayamkan di Gedung Negara (rumah jabatan Gubernur Papua).

    Keesokan harinya yaitu pada Sabtu, 2 Oktober 2021, api PON XX akan dibawa menuju Kabupaten Jayapura, melintasi Danau Sentani dengan perahu tradisional menuju Kalkote dan selanjutnya dibawa masuk ke Stadion Utama Lukas Enembe, tempat dimana PON XX akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober pukul 19.00 WIT.

    Api PON Papua akan dinyalakan di Kaldron Stadion Utama Lukas Enembe selama berlangsungnya pesta olahraga empat tahunan itu yang akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021.

    Baca Juga: Emas Pertama PON Papua Direbut Tuan Rumah dari Cabang Kriket


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.