Filosofi Obor PON XX Papua yang Berbentuk Tifa

Pesepak bola legendarIs Indonesia Rully Rudolf Nere (kanan) dan Bupati Jayapura Mathius Awoitouw (kiri) membawa obor api PON Papua setibanya di Dermaga Kalkhote, Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu, 2 Oktober 2021. ANTARA/Fauzan

TEMPO.CO, JakartaPekan Olahraga Nasional atau PON kali ini diadakan di Papua. Saat ini PON sudah yang ke-20 kalinya diselenggarakan di Indonesia. Salah satu hal yang menarik dari perhelatan olahraga akbar se-Indonesia ini yaitu obor PON yang dibuat menyerupai tifa.

Tifa, alat musik kebanggaan Bumi Cenderawasih, merupakan alat musik tradisional yang mampu menyatukan semua elemen masyarakat. Desain kreatif obor, tungku, dan lentera api PON Papua yang unik dan menggambarkan kekayaan budaya tanah Papua.

Berdasarkan indonesia.go.id, pada obor PON Papua tersebut diselipkan ornamen yang berisi simbol-simbol yang terinspirasi dari kekayaan alam Papua. Salah satu bentuk ornamennya terdapat warna kuning yang menyimbolkan kemakmuran dan kejayaan wilayah gunung dan pantai.

Obor tifa inilah yang menyalakan api di kalderon Stadion Lukas Enembe, sebagai simbol semangat para atlet daerah meraih prestasi sepanjang PON Papua berlangsung. Alat musik tradisional tifa terdapat pada kebudayaan masyarakat Papua dari wilayah pesisir, daratan rendah, hingga daerah pegunungan di Tanah Papua.

Dipilihnya obor model tifa karena alat perkusi tradisional Papua ini mencangkup filosfi dan kebudayaan masyarakat setempat. Pada obor tersebut terdapat berbagai ukiran motif asli Papua.

Bentuk yang unik dari obor ini hasil desain dari sosok bernama Reza Pamungkas. Ia mengaku desain model tifa ini dibuat melalui pengkajian mendalam, terutama dengan melibatkan antropolog dan kurator muda dari museum Universitas Cenderawasih Enrico Kondologit.

Menurutnya ada tiga makna penting di dalam obor berbentuk tifa ini, terutama menyangkut kehidupan sehari-hari orang Papua dan bagaimana menyatukan perbedaan dengan mendengar bunyi tabuhan tifa yang memanggil orang untuk berkumpul merayakan pesta kemenangan maupun perdamaian.

Enrico mengungkapkan, selama ini ada salah persepsi di masyarakat seolah tifa hanya dipakai di wilayah pegunungan. Sebenarnya tifa juga dipakai mulai dari masyarakat Papua di wilayah pantai hingga pegunungan terutama di daerah Pegunungan Bintang. Sejak 2010, tifa sudah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda.

GERIN RIO PRANATA 

Baca juga:

Dampak PON Papua ke Ekonomi Lokal Diprediksi Hanya Sementara






Bukan Indonesia, Keempat Negara Ini Kompak Daftarkan Kebaya Sebagai Warisan UNESCO

8 hari lalu

Bukan Indonesia, Keempat Negara Ini Kompak Daftarkan Kebaya Sebagai Warisan UNESCO

Singapura, Thailand, Brunei dan Malaysia kompak mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya ke UNESCO.


Bertemu Menteri Pendidikan Uzbekistan, Indonesia Usul Pendirian Sekolah Persahabatan

17 hari lalu

Bertemu Menteri Pendidikan Uzbekistan, Indonesia Usul Pendirian Sekolah Persahabatan

Rachmat Gobel mengusulkan pendirian sekolah persahabatan Indonesia-Uzbekistan guna untuk mempererat hubungan kedua negara.


Jakarta Jadi Tuan Rumah Kongres Dunia Asosiasi Penerbit Internasional ke-33

23 hari lalu

Jakarta Jadi Tuan Rumah Kongres Dunia Asosiasi Penerbit Internasional ke-33

Kongres dunia Asosiasi Penerbit Internasional (IPA) ke-33 ini merupakan yang pertama kali digelar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara


Dampak Pemanasan Global, Sejumlah Situs Warisan Dunia Gletser UNESCO Terancam

26 hari lalu

Dampak Pemanasan Global, Sejumlah Situs Warisan Dunia Gletser UNESCO Terancam

Dalam beberapa dekade, pemanasan global bisa menjadi lebih suram jika pemerintah dan penduduk dunia tak mengambil tindakan.


Besok Rayakan Hari Wayang Nasional, Begini Kisah Penetapannya

26 hari lalu

Besok Rayakan Hari Wayang Nasional, Begini Kisah Penetapannya

Ki Manteb Soedharsono pernah mengungkapkan sudah lama ia mengajukan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional. Empat tahun lalu kemarin baru ditetapkan.


Hari Wayang Dunia 2022 di ISI Surakarta, Dibuka Ganjar Pranowo dengan Mendalang

27 hari lalu

Hari Wayang Dunia 2022 di ISI Surakarta, Dibuka Ganjar Pranowo dengan Mendalang

Tema yang diusung dalam peringatan Hari Wayang Dunia yang ke-8 ini adalah Mawayang Hayu: Wayang Moderasi dan Keberagaman.


Hari Wayang Nasional: Ragam Jenis Wayang di Indonesia

27 hari lalu

Hari Wayang Nasional: Ragam Jenis Wayang di Indonesia

UNESCO tetapkan wayang sebagai Warisan Mahakarya Dunia yang Tak Ternilai dalam Seni Bertutur pada 7 November 2003, kemudian jadi Hari Wayang Nasional.


Dongkrak Wisatawan ke Sulawesi Selatan, Sandiaga Uno Bakal Geber Promosi Geopark Maros Pangkep

27 hari lalu

Dongkrak Wisatawan ke Sulawesi Selatan, Sandiaga Uno Bakal Geber Promosi Geopark Maros Pangkep

Kawasan Geopark Maros Pangkep ditetapkan sebagai bagian UNESCO Global Geopark juga tak lepas dari peran generasi milenial dan Gen Z.


George Town UNESCO Historic Site, Kota Bersejarah Warisan Multikultural di Malaysia

33 hari lalu

George Town UNESCO Historic Site, Kota Bersejarah Warisan Multikultural di Malaysia

George Town merupakan salah satu kota pusat sejarah di Malaysia.


Google Doodle Hari Ini, Tempe Mendoan Warisan Budaya Tak Benda asal Indonesia

34 hari lalu

Google Doodle Hari Ini, Tempe Mendoan Warisan Budaya Tak Benda asal Indonesia

Hari ini, Google Doodle merayakan tempe mendoan asli Indonesia sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan setahun lalu oleh UNESCO.