Hasil Tinju Dunia: Menang KO vs Deontay Wilder, Tyson Fury Pertahankan Sabuk WBC

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tyson Fury dan Deontay Wilder dalam pertarungan tinju dunia kelas berat di Las Vegas, 10 Oktober 2021. REUTERS/Steve Marcus

    Tyson Fury dan Deontay Wilder dalam pertarungan tinju dunia kelas berat di Las Vegas, 10 Oktober 2021. REUTERS/Steve Marcus

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju Inggris berhasil mempertahankan gelar juara tinju dunia kelas berat WBC. Ia menang KO atas Deontay Wilder, asal Amerika, dalam pertarungan ketiga antara keduanya di T-Mobile Arena, Paradise, Nevada, Amerika Serikat, Ahad, 10 Oktober 2021.

    Tuson Fury, yang memasuki ring dengan kostum Julius Caesar, sempat dua kali dijatuhkan lawan di ronde keempat. Namun, The Gypsy King akhirnya mampu menang KO pada ronde ke-11.


    Pertarungan keduanya berlangsung menarik. Pada ronde pertama, Deontay Wilder tampil agresif. Pukulannya mengarah ke badan Fury dan beberapa kali mendesak lawannya hingga tali. Sang penantang meraih poin lebih ketimbang sang juara dalam ronde awal ini.

    Ronde kedua berlangsung lebih seru. Saling jual beli pukulan terjadi. Fury terlihat lebih banyak meraih poin di ronde ini.

    Ronde ketiga kembali menjadi milik Fury. Pertahanan kokoh serta pukulan-pukulannya mulai terlihat memberi efek pada lawannya.

    Pada ronde keempat, Wilder, yang terlihat sempat kerepotan di ronde sebelumnya, mendapat angin. Pukulan kanannya mampu menjatuhkan Fury. Ia dua kali menjatuhkan lawannya, yang selalu mampu bangkit.

    Pada ronde kelima, Fury lebih banyak menjaga jarak. Ia beberapa kali mendapat pukulan, tapi juga mampu mendaratkan pukulannya. Secara umum, Fury unggul dalam pengumpulan poin di ronde ini.

    Pada ronde keenam, kedua petinju terus saring berbalas serangan, tapi pengumpulan poin lebih didominasi Fury. Sedangkan pada ronde ketujuh, mengandalkan taktik "merapat dan mendapatkan pukulan" Fury kembali lebih dominan dalam pengumpulan angka.

    Ronde kedelapan kembali jadi milik Fury. Pukulannya beberapa kali membuat Wilder goyah, yang kemudian terselamatkan bel.

    Sebelum ronde kesembilan, Wilder sempat diperiksa dokter, tapi mendapat lampu hijau untuk berlaga lagi. Ronde tersebut kembali dikuasai Fury. Sang Juara Bertahan beberapa kali melayangkan pukulan telak, tapi Wilder masih mampu bertahan.

    Fury terlihat makin nyaman di awal ronde ke-10. Kombinasi jaga jarak dan curi pukulan saat merapat membantunya meraih banyak poin. Wilder masih mampu menyarangkan beberapa pukulannya. Satu hantaman kersnya bahkan sempat membuat Fury goyah.

    Pertarungan berakhir di ronde ke-11. Fury mendesak Wilder ke pojok. Sebuah hook kiri menjatuhkan Wilder. Fury menang KO dan tetap mampu menggenggam gelar juara dunia kelas berat WBC.

    Tyson Fury menang KO atas Deontay Wilder dalam duel tinju dunia kelas berat WBC di Las Vegas, 10 Oktober 2021. REUTERS/Steve Marcus

    Ini menjadi kemenangan kedua Fury atas Wilder dalam tiga pertarungan. Sebelumnya, pada 22 Februari 2020, Fury menang TKO pada ronde ketujuh. Sedangkan duel pertama mereka, pada 1 Desember 2018, berakhir seri.

    Tyson Fury, 33 tahun, tetap tak terkalahkan dalam 32 pertarungan, dengan satu hasil seri. Rekornya menjadi 31-0-1 (21 KO). Adapun catatan Wilder, 35 tahun, menjadi 41-2-1 (41 KO).

    Sementara itu, dalam duel tinju dunia kelas berat lain yang jadi partai tambahan Fury vs Wilder, Frank Sanchez, Adam Helenius, dan Jared Anderson sama-sama menang.

    Frank Sanchez, asal Kuba, berhasil mengalahkan petinju Nigeria, Efe Ajagba dengan kemenangan angka. Sanchez, 29 tahun, mempertahankan rekor tak terkalahkan di kelas berat: 19-0 (13 KO).

    Adam Helenius (Finlandia) mengalahkan Adam Kownacki (Polandia) dengan TKO di ronde keenam. Sedangkan Jared Anderson (Amerika) menang TKO di ronde kedua dari Vladimir Tereshkin (Rusia).

    THE SUN, BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.