Begini Cara BWF Melakukan Pemeringkatan Pebulu Tangkis Dunia

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Selebrasi Pebulu tangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, setelah mengalahkan Lu Guang Zu dalam final Piala Thomas 2020 di Ceres Arena, Denmark, Ahad, 17 Oktober 2021. Kemenangan Ginting menyumbang poin pertama bagi Indonesia. Instagram/Bwf.Official/Badmintonphoto_official

    Selebrasi Pebulu tangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, setelah mengalahkan Lu Guang Zu dalam final Piala Thomas 2020 di Ceres Arena, Denmark, Ahad, 17 Oktober 2021. Kemenangan Ginting menyumbang poin pertama bagi Indonesia. Instagram/Bwf.Official/Badmintonphoto_official

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim bulu tangkis putra Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020 dengan mengalahkan Cina 3-0 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu, 17 oktober 2021. Hasil tersebut sekaligus mengokohkan dominasi Indonesia dalam daftar juara. Tampilnya Indonesia sebagai kampiun di edisi pandemi ini kembali mempertegas dominasi Indonesia di Piala Thomas.

    Dilansir dari laman The Sports Grail, Jumat, 8 Oktober 2021, Indonesia pertama kali menjuarai Piala Thomas pada 1958. Periode berikutnya, yakni pada 1961 dan 1964 Indonesia mampu mempertahankan gelar. Terhitung sejak pertama kali digelar, Indonesia menjadi negara yang paling banyak merengkuh Thomas Cup dengan 14 kali gelar juara. China menyusul dengan 10 gelar. Malaysia yang di awal penyelenggaraan mendominasi menjadi juara sebanyak 5 kali.

    Hal ini juga membuat para pebulu tangkis Indonesia bertengger di 10 besar kelasemen pebulutangkis terbaik di dunia. Sebut saja Jonatan Christie yang saat ini tengah menjadi perbincangan banyak publik. Pria yang akrab disapa Jojo ini berada di posisi ke-7 tepat di bawah pebulu tangkis asal Tiongkok Chen Long. Ia berhasil mengumpulkan poin sebesar 75,847 dari 26 turnamen yang diikuti. Terkait perangkingan pemain bagaimana BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) melakukan hal tersebut?

    Berdasarkan kanal resmi BWF, bwfbadminton.com, mereka memiliki klasifikasi terkait perangkingan setiap pemain yang berkompetisi di ajang bergengsi badminton. Adapun klasifikasi tersebut yaitu pemain memperoleh peringkat dengan mengumpulkan poin dari turnamen yang dilakoni.

    Pemain diberi peringkat jika mereka telah bermain di satu atau lebih turnamen bertingkat dalam 52 minggu terakhir. Selanjutnya, peringkat tersebut mencakup hingga 10 turnamen dengan poin tertinggi yang diperoleh selama 52 minggu terakhir.

    Untuk mendapatkan poin tersebut, pemain harus melakukan pertandingan dan memenangkan turnamen yang sedang dijalankan. Semakin tinggi level turnamen, semakin tinggi pula jumlah poin peringkat yang bisa diperoleh. Jika pemain memiliki progress yang apik dalam turnamen yang dilakukan, semakin banyak pula poin yang akan diperoleh pemain.

    Pemain lebih diunggulkan dalam turnamen berdasarkan peringkat dunia atau peringkat dunia junior mereka. Untuk sistem kualifikasi Olimpiade dan kejuaraan dunia didasarkan pada peringkat dunia. Peringkat dunia dipublikasikan di situs BWF setiap hari Kamis, kecuali World Team Ranking yang diterbitkan setiap tiga bulan.

    Terkait rangking tersebut, selain Jojo, kategori tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting berhasil menduduki posisi ke-5 sebagai pemain terhebat dunia. Sementara itu dari kategori ganda putra, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto berada di posisi ke-7.

    Pebulu tangkis Indonesia lainnya yang berhasil masuk 10 besar BWF adalah, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (peringkat 1 ganda putra), Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan (peringkat 2 ganda putra), Greysia Polii dan Apriyani Rahayu (peringkat 6 ganda putri), Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti (peringkat 4 ganda campuran), dan Hafis Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja (peringkat 9 ganda campuran).

    GERIN RIO PRANATA

    Baca juga: Daftar Ranking 5 Besar Pemain Bulu Tangkis Dunia, Siapa dari Indonesia?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pentingnya Air Putih Setelah Anda Makan

    Makan tentu tak nikmat bila tidak minum air putih setelahnya. Selain nikmat, air putih juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.