Indonesia Tanpa Gelar di Final Super Series

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sabah: Indonesia pulang tanpa gelar dari turnamen bulutangkis akhir tahun Final Master Super Series yang berlangsung di Likas Sports Complex, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Minggu (21/12) sore, setelah ganda putri Vita Marissa/Liliyana Natsir gagal menjadi juru selamat. Dalam duel seru di tengah tekanan penonton tuan rumah, Vita/Liliyana yang menjadi unggulan kedua tumbang di tangan unggulan utama asal Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty, 15-21, 20-22.

    Pada pertandingan kali ini, duet Vita/Liliyana tak pernah mengungguli Eei Hui/Pei Tty di set pertama. Setelah tertinggal 6-8, Vita/Liliyana terus keteteran hingga tertinggal 12-16, sebelum menyerah kalah 15-21. Di set kedua, Eei Hui/Pei Tty segera tancap gas dan mendahului Vita/Liliyana, 11-9. Namun, duet Merah Putih terus menempel poin di angka 11-11, dan bahkan melaju sampai 16-14.

    Vita/Liliyana sebetulnya memiliki peluang untuk memperpanjang nafas ketika mereka unggul jauh 19-14 di set kedua. Sayangnya, pada poin-poin kritis keduanya tak mampu menyelamatkan keadaan sehingga harus menyerah 20-22 atas pasangan tuan rumah tersebut.

    Dengan demikian hasil tersebut menggenapi kekalahan dua finalis yang tersisa dari Indonesia pada turnamen berhadiah US$ 500 ribu (Rp 5,5 miliar) itu. Sebelumnya, ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir, urung merengkuh juara setelah ditaklukkan unggulan kedua asal Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Juhl lewat pertarungan tiga set, 19-21, 21-18, dan 20-22.

    Di nomor tunggal putri, duel sesama atlet Hong kong dimenangkan pemain nomor satu dunia, Zhou Mi yang menundukkan atlet veteran Wang Chen, 21-14, 21-18. Kedua pemain ini merupakan pemain naturalisasi asal Cina. Demikian seperti yang dikutip dari situs resmi turnamen.

    Sementara itu Malaysia menggenapi keperkasaan mereka sebagai tuan rumah dengan menguasai dua nomor bergengsi, masing-masing tunggal putra dan ganda putra. Unggulan utama, Lee Chong Wei menyudahi paceklik gelar di turnamen Super Series setelah menjadi yang terbaik di nomor tunggal putra.

    Chong Wei, yang setelah merebut perak Olimpiade Beijing belum menggondol satu gelar pun, menyudahi perlawanan tunggal Denmark, Peter Hoeg Gade, 21-8, 21-16, dalam pertandingan yang memakan waktu 33 menit. Sebelumnya di semifinal, ia menaklukkan mantan juara All England dari Indonesia, Taufik Hidayat dengan angka mudah, 21-5, 21-10.

    Meski menduduki predikat pemain nomor satu dunia, Chong Wei baru merebut dua gelar kaliber Super Series. Terakhir, Chong Wei menggenggam gelar Singapura Terbuka Super Series setelah menundukkan andalan Indonesia lainnya, Simon Santoso, 21-13, 21-5, Juni silam. Pada Olimpiade Beijing Agustus lalu, Chong Wei mampu menembus final, namun ambisnya menggondol emas dijegal andalan tuan rumah Cina, Lin Dan, dalam pertarungan yang relatif singkat, 12-21, 8-21.

    Ada pun di ganda putra, unggulan keenam Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari Malaysia, mengakhiri penampilan buruk mereka selama tahun ini dengan hasil cemerlang setelah menggusur perlawanan sengit ganda belia Korea Selatan yang menempati unggulan ketiga, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, 21-18, 21-14.

    NURDIN | BOBBY CHANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.