Kelelahan Penyebab Atlet Bulu Tangkis Indonesia Tampil Buruk di Denmark Open

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti merupakan Juara All England 2020 yang kini menempati peringkat empat dunia. Di ajang Olimpiade Tokyo mereka akan berjuang meraih emas perdananya. Instagram/Badminton.ina

    Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti merupakan Juara All England 2020 yang kini menempati peringkat empat dunia. Di ajang Olimpiade Tokyo mereka akan berjuang meraih emas perdananya. Instagram/Badminton.ina

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyebutkan faktor kelelahan membuat atlet pelatnas tampil buruk di ajang Denmark Open 2021. Kelelahan itu dapat setelah sejumlah atlet tergabung dalam tim bulu tangkis Indonesia untuk Piala Sudirman dan Piala Thomas-Uber.

    Manajer tim untuk Denmark Open, Aryono Miranat, menuturkan banyak pemainnya yang sudah kehabisan energi sehingga tak bisa tampil maksimal di seluruh nomor turnamen BWF Super 1000 ini. Sejumlah atlet unggulan pun harus tersingkir di babak awal.

    "Sebelumnya pemain sudah tampil di ajang Piala Sudirman di Finlandia dan Piala Thomas-Uber di Denmark. Tenaga dan stamina tidak cukup untuk kembali tampil maksimal di Denmark Open yang juga melibatkan pemain top dunia," kata Aryo dalam keterangan resmi PBSI di Jakarta, Ahad, 24 Oktober 2021.

    Selain kelelahan, PBSI juga mendapati dua atlet terbaiknya di sektor tunggal putra mengalami cedera pinggang, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Akibat cedera itu, Ginting terpaksa langsung mundur di babak pertama sementara Jonatan mengundurkan diri saat sudah di perempat final.

    Aryo menjelaskan cedera yang dialami kedua pemain itu sebenarnya sudah terjadi pada turnamen Piala Thomas. Namun, keduanya tetap memaksa bermain hingga ajang Denmark Open.

    "Ginting dan Jonatan mengalami cedera yang sebenarnya didapat saat tampil di Piala Thomas sebelumnya. Mereka ngotot dan tampil habis-habisan di Piala Thomas karena motivasi untuk juara begitu besar, mengalahkan rasa sakitnya," kata Aryo.

    Tidak hanya pemain utama, Aryo juga menyoroti sejumlah pemain pelapis yang sudah tampil baik. Para pemain pelapis, kata dia, masih kurang pengalaman untuk berlaga di turnamen tingkat atas.

    "Pemain pelapis yang baru main di level Super 1000 beberapa ada yang menunjukkan permainan yang baik. Hanya saja, faktor pengalaman bertanding yang masih kurang, mereka pada poin-poin akhir sering terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri," ujar Aryo.

    Ia menilai minimnya jam terbang berpengaruh pada faktor ketenangan para atlet muda PBSI. Sisi positifnya, kata Aryo, dengan mengikuti Denmark Open, para atlet bisa menambah pengalaman bertanding. "Walaupun kalah, mereka bisa menambah jam terbang dan pengalaman, karena kalahnya oleh pemain-pemain top level dunia," kata Aryo.

    Adapun bagi pemain yang performanya kurang berkembang, Aryo akan menyerahkan evaluasinya kepada pelatih masing-masing. Ia ingin para pemain menemukan celah perbaikan sehingga ke depan bisa bermain lebih optimal di ajang super series BWF.

    Baca juga : Kalahkan Kento Momota, Viktor Axelsen Juara Denmark Open 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pentingnya Air Putih Setelah Anda Makan

    Makan tentu tak nikmat bila tidak minum air putih setelahnya. Selain nikmat, air putih juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.